Lifestyle

Pneumonia Menjadi Penyakit yang Berbahaya, Kenali Gejalanya Pada Anak !

1929
×

Pneumonia Menjadi Penyakit yang Berbahaya, Kenali Gejalanya Pada Anak !

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Pneumonia salah satu penyebab kematian terbesar pada balita di Indonesia.

Apabila orangtua belum memahami apa itu sebenarnya pneumonia dan bagaimana pencegahannya, orangtua tanpa sengaja dapat menyalahartikan gejala pneumonia sebagai gejala flu yang biasa, sehingga anak tidak mendapatkan perawatan yang seharusnya.

Tanpa perawatan yang benar, pneumonia bisa mengakibatkan komplikasi seperti kesulitan bernafas, infeksi aliran darah, penumpukan cairan atau nanah di dalam atau di sekitar paru dan kematian.

Berikut ini merupakan empat fakta mengenai pneumonia agar buah hati anda dapat terlindungi dari penyakit PneumoniA, seperti dikutip dari siaran resmi Pfizer :

1. Pneumonia penyebab kematian terbesar kedua pada balita di Indonesia

Berdasarkan data dari UNICEF, lebih dari 19.000 anak balita di Indonesia meninggal karena pneumonia pada 2018. Ini berarti, lebih dari dua anak di Indonesia setiap jamnya meninggal karena pneumonia.

2. Gejala Pneumonia dapat menyerupai gejala flu

Gejala awal dari pneumonia adalah sesak napas, nyeri dada, demam, batuk, dan kehilangan nafsu makan, hal ini mudah disalah artikan sebagai gejala flu biasa.

Sebaiknya orang tua tidak menunggu sampai anak terkulai lemas untuk memastikan bahwa anak sedang sakit. Ketika ritme napas anak menjadi cepat, dan anak tampak tidak nyaman ketika bernapas, segera bawa si kecil ke dokter.

3. Pneumonia dapat menular lewat berbagai agen dan medium

Pneumonia imi disebabkan oleh berbagai agen, mulai dari bakteri, virus, hingga jamur. Salah satu penyebab pneumonia yang paling umum adalah infeksi dari bakteri Streptococcus pneumoniae (pneumokokus). Agen tersebut dapat berpindah melalui udara (ketika batuk atau bersin), melalui darah termasuk dari persalinan, atau dari permukaan yang terkontaminasi.

4. Imunisasi PCV untuk melindungi anak

Orangtua dapat melindungi sang buah hati dengan menjalankan empat langkah sederhana, yakni melakukan imunisasi PCV ketika anak berusia 2, 4, 6, dan 12-15 bulan.

Cara efektif untuk melindungi anak-anak dari pneumonia adalah melalui imunisasi, meliputi imunisasi terhadap kuman Hib, pneumokokus, campak dan pertusis.

Pneumonia yang disebabkan bakteri pneumokokus dapat dicegah dengan imunisasi pneumococcal conjugate vaccine (PCV). Imunisasi PCV perlu dilakukan pada usia anak 2, 4, dan 6 bulan, dengan booster pada usia 12-15 bulan.

Namun, jika bayi sudah melewati usia 6 bulan dan belum menerima imunisasi PCV, maka pemberian imunisasi PCV dapat dilakukan sebagai berikut:

Pada usia 7-12 bulan: Imunisasi PCV dilakukan sebanyak 2 kali dengan jarak paling sedikit 1 bulan, dengan ditambah 1 dosis booster di usia 12 – 15 bulan.

Pada usia 1-2 tahun: Imunisasi PCV dilakukan sebanyak 2 kali dengan jarak minimal 2 bulan.

Pada usia di atas 2 tahun: Imunisasi PCV hanya dilakukan 1 kali.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.