Padangpanjang – Komunitas Ranah Kreatif bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat. Bantuan disalurkan sejak 10 Desember hingga 30 Desember 2025.
Bantuan menyasar berbagai wilayah terdampak, termasuk Tanah Datar, Kabupaten Solok, dan Agam.
Banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Sumatera Barat pada 26 November 2025 lalu menyebabkan kerusakan parah. Ratusan hingga ribuan rumah dilaporkan rusak akibat bencana tersebut.
Bencana susulan masih terus terjadi hingga awal Januari 2026 di berbagai titik, seperti Padang, Padangpanjang, Tanah Datar, dan Agam.
Ubai Dillah Al Anshori, pimpinan Ranah Kreatif, menekankan pentingnya misi kemanusiaan ini. Menurutnya, banyak titik terdampak yang informasinya belum terpublikasi secara luas.
“Kehadiran relawan memberikan semangat untuk kembali pulih,” ujar Ubai.
Ranah Kreatif menggandeng kitabisa.com dan Salam Setara dalam menjalankan misi kemanusiaan ini.
Ubai mengungkapkan kondisi di lapangan sangat memprihatinkan. Kebutuhan dan kesedihan berbeda di setiap titik yang didatangi.
“Ada rumah masih utuh, tapi ada satu atau dua keluarganya hilang. Ada yang sehat satu keluarganya, tapi rumahnya habis. Bahkan, ada yang hanya menyisakan dirinya sendiri,” tuturnya.
Di Gunung Bungsu, pada 10 Desember 2025, sebuah masjid menampung 500 pengungsi yang kehilangan sawah sebagai mata pencaharian.
Di Koto Hilalang, longsor memutus akses antar desa. Sembako menjadi kebutuhan mendesak bagi 50 pengungsi di mushola. Lima rumah habis dan sawah-sawah tenggelam.
Sementara itu, di Aie Dingin, delapan rumah rata dengan tanah. Hasil panen yang sudah dikarungi pun ikut hanyut terbawa arus.
“Keadaan yang berganti dalam sekejap mata. Di sana kami menurunkan kasur palembang, kompor, gas, dan alat memasak lainnya. Segala yang kami bawa dari Padang Panjang adalah bagian dari kitabisa.com dan Salam Setara,” jelas Ubai.
Pada 30 Desember 2025, tim Ranah Kreatif menempuh perjalanan panjang dari Padang Panjang, melewati Palupuah, dan masuk ke Simpang Patai, hingga ke lokasi tujuan.
“Terhitung ada 10-15 titik longsor yang kami lalui mulai dari Palupuah hingga Salareh Aie Timur, Palembayan, Agam,” kata Ubai.
Saat tiba di lokasi, hujan kembali mengguyur. Informasi dari Nagari menyebutkan bahwa rute yang akan dilalui telah terjadi longsor dan banjir.
“Pada saat yang sama, hanya berjarak 1 km dengan lokasi kami, empat warga hanyut dan satu rumah tertimpa longsor,” ungkapnya.
Ubai menuturkan kisah pilu di lokasi bencana. Suara gemuruh seperti helikopter, air setinggi batang pohon kelapa, anak berumur 3 bulan selamat, dan anak berumur 8 tahun hanyut 2 km juga selamat.
Pemerintah setempat mencatat 105 warga meninggal dunia, 80 di antaranya ditemukan. Sekitar 90 rumah di empat jorong habis dan rusak berat.
Saat perjalanan pulang, tim memilih rute Manggopoh-Pasaman, Tiku, Pariaman, dan Padangpanjang. Banjir di Bawan setinggi ban mobil truk menyebabkan kemacetan parah.
Tim Ranah Kreatif tiba di Padangpanjang pada 31 Desember 2025, pukul 01.30 WIB.
“Insya Allah kami akan kembali menjalankan misi kemanusiaan ini menuju Nagari Maninjau dan Nagari Sungai Batang. Terima kasih kepada para donatur, masyarakat Indonesia, kitabisa.com, Salam Setara, dan relawan gesit,” tutup Ubai.






