Ekonomi

Resmikan Green House, Tingkatkan Wisata Berbasis Lingkungan

740
×

Resmikan Green House, Tingkatkan Wisata Berbasis Lingkungan

Sebarkan artikel ini

Parik Malintang – Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Padang Pariaman, M. Fadhly, meresmikan Green House Nyarai di Pos Wisata Nyarai, Nagari Salibutan, Kecamatan Lubuak Aluang, pada Jumat (11/7).

Acara tersebut merupakan langkah konkret dalam mewujudkan wisata berbasis lingkungan dan kemandirian pangan di daerah.

M. Fadhly menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari CSR “Hidroponik Mandiri untuk Wisata Lestari”, yang digagas bersama Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan Pokdarwis Nyarai.

Ia menekankan bahwa Green House ini menunjukkan sinergi pariwisata dengan sektor lain, seperti pertanian, edukasi, dan ekonomi kreatif.

“Wisata tidak harus melulu soal swafoto atau hiking. Dengan hidroponik, kita bisa menghasilkan produk, edukasi, dan oleh-oleh khas. Ini bisa direplikasi di tempat wisata lain,” ungkap M. Fadhly.

Ia juga berterima kasih kepada Injourney Airport atas dukungan CSR-nya dan menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memajukan wisata berkelanjutan yang mendukung SDGs 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

General Manager BIM, Dony Subandono, menambahkan bahwa Nyarai dipilih sebagai lokasi CSR karena tingginya semangat kolaborasi masyarakat dan Pokdarwis yang aktif.

Ia menekankan bahwa program ini bertujuan memberdayakan komunitas.

“Program ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga menciptakan sinergi antara sektor transportasi dan pariwisata untuk memberikan nilai tambah yang nyata,” jelas Dony.

Perwakilan Pokdarwis Nyarai menyatakan bahwa hasil pertanian dari Green House akan dimasukkan dalam paket wisata, mendukung kegiatan tracking dan memancing.

Green House ini juga akan berfungsi sebagai labor edukasi bagi kelompok dasawisma dan masyarakat lokal untuk praktik hidroponik sederhana.

Dalam peresmian, berbagai pihak turut hadir, termasuk Kepala Balai Karantina Sumatera Barat, Bea Cukai Teluk Bayur, dan Camat Lubuk Alung.

Mereka melaksanakan panen simbolis dan pengguntingan pita sebagai tanda diresmikannya Green House.

M. Fadhly mengingatkan agar program ini tidak berhenti di seremoni.

Ia mendorong tindak lanjut nyata seperti pengemasan hasil panen yang menarik dan pemasaran digital serta pelibatan UMKM dan generasi muda.

“Kegiatan kecil ini jika dikelola dengan baik bisa berdampak besar. Mari kita jadikan Nyarai sebagai model wisata produktif dan lestari di Padang Pariaman,” tutupnya.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.