Sopir Masuk Jurang Dites Urinenya

Sejumlah personel tim evakuasi gabungan saat berada dibibir jurang sedalam 400 meter di Kelok Jariang, Bungus, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (17/6/2018) ketika mengavakuasi belasan korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Lintas Barat Sumbar. Photo : SAR
Sejumlah personel tim evakuasi gabungan saat berada dibibir jurang sedalam 400 meter di Kelok Jariang, Bungus, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (17/6/2018) ketika mengavakuasi belasan korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Lintas Barat Sumbar. Photo : SAR
Sejumlah personel tim evakuasi gabungan saat berada dibibir jurang sedalam 400 meter di Kelok Jariang, Bungus, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (17/6/2018) ketika mengavakuasi belasan korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Lintas Barat Sumbar. Photo : SAR
Sejumlah personel tim evakuasi gabungan saat berada dibibir jurang sedalam 400 meter di Kelok Jariang, Bungus, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (17/6/2018) ketika mengavakuasi belasan korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Lintas Barat Sumbar. Photo : SAR

PADANG, KABARSUMBAR—Peristiwa kecelakaan lalu lintas di Kelok Jariang, Jalan Padang-Bengkulu, tepatnya di Bungus, Kota Padang, Sumatera Barat. Satlantas Polresta Padang bekerja sama dengan RSUP M. Djamil Padang melakukan tes urine terhadap sopir mobil, Bonny Fantra, Senin (18/6/2018).

Berdasarkan hasil laboratorium, jika urine pengemudi mobil jenis MPV dengan nomor polisi B 1664 FME, dikemudikan Bonny Fantra, warga Batang Kapas, Muaro Pasar Bukit Tambung Tulang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) ternyata negatif.

“Hasil tes urinenya negatif narkoba,” kata Kasatlantas Polresta Padang, Kompol Asril Prasetya.

Penyidik menyimpulkan sementara, peristiwa kecelakaan tunggal di Jalan Lintas Barat Sumatra atau KM 26,7 diakibatkan kelelahan. Hal ini disertai upaya olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh Satlantas.

“Murni kelelahan, sehingga berdampak pada dua meninggal dunia dan delapan lua ringan,” ungkap Asril.

Kinerja dan cepat tanggap dari Satlantas Polresta Padang mendapat apresiasi dari Polda Sumbar, hal itu dikatakan langsung Kasubdikyasa Ditlantas Polda Sumbar Kompol Ari Wibowo.

Sementara jajaran Ditlantas Polda Sumbar bekerja ekstra di lapangan selama Operasi Ketupat Singgalang 2018 yang masih berlangsung 8 hari lagi. Upaya penekanan kecelakaan lalu lintas terus dilakukan termasuk mengurai kepadatan arus lalu lintas selama libur lebaran tahun ini.

Wawancara terpisah dengan Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol Singgamata. Ia menghimbau kepada pemudik untuk waspada titik rawan kecelakaan. Ketika pemudik kelelahan dipersilahkan singgah di posko pengamanan.

“Kita punya posko dan terbuka bagi siapa saja untuk beristirahat, jangan memaksa ketika hendak berpergian dalam keadaan lelah. Fatal akibatnya,” kata Singgamata.

Orang nomor satu di Ditlantas Polda Sumbar ini pun menekankan kepada anggotanya untuk melakukan pengawasan dan berada di titik rawan kecelakaan untuk memberitahu pengemudi untuk berhati-hati.

[Putri Caprita]