Terapkan SMK3, PT Semen Padang Raih 2 Penghargaan

  • Bagikan

Padang – PT Semen Padang terima dua penghargaan sekaligus dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia berupa Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dan Penghargaan Pencegahan Penanggulangan (P2) HIV-AIDS di lingkungan kerja.

Penghargaan diterima Direktur Produksi PT Semen Padang, Firdaus secara daring di Padang, Kamis 8 Oktober 2020.

Kegiatan inu juga dihadiri Menteri Ketenagakerjaan Indonesia, Ida Fauziyah, dan pejabat tinggi Kementerian Ketenagakerjaan RI, para gubernur, Dinas Tenaga Kerja seluruh Indonesia, serta para pimpinan perusahaan.

“Alhamdulillah PT Semen Padang meraih penghargaan SMK3 dalam bentuk sertifikat dan bendera emas, ini membuktikan perusahaan memiliki komitmen tinggi dalam melaksanakan Sistem Manajemen K3,” kata Firdaus.

Ia mengatakan PT Semen Padang yang bergerak di sektor industri kimia dasar telah menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sejak 2002.

“Kami menyadari penerapan SMK3 bertujuan mencegah semua bentuk kesalahan proses kerja yang menimbulkan kerugian baik fisik, psikis maupun materil dan mengurangi tingkat kecelakaan kerja agar karyawan merasa aman,” kata dia.

PT Semen Padang membentuk Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja pengurus K3 (P2K3) dan mempunyai badan audit internal dan untuk audit eksternal bekerja sama dengan Sucofindo dan Balai Hiperkes.

Perusahaan, kata Firdaus terus berupaya meningkatkan efektivitas perlindungan mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja dan penyakit dengan melibatkan unsur manajemen, pekerja, dan serikat pekerja.

Selain meraih penghargaan SMK3, PT Semen Padang juga menyabet Penghargaan terkait Pencegahan Penanggulangan (P2) HIV-AIDS karena dinilai berhasil melaksanakan program P2-HIV dan AIDS di tempat kerja.

“PT Semen Padang memiliki komitmen dan kebijakan serta telah melaksanakan implementasi pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja,” jelasnya.

Wujud konkret komitmen tersebut adalah Kebijakan Perusahaan tertanggal 5 Juli 2019 tentang pengendalian penyebaran penyakit menular seksual, perilaku seksual menyimpang/ LGBT, minuman keras dan Obat-obatan terlarang.

Sementara Kepala Unit Health Safety Environment (HSE) PT Semen Padang, Mustaqim Nasyra menambahkan perusahaan telah memiliki dokumen tertulis kebijakan program HIV-AIDS di tempat kerja.

Selain menyosialisasikan kebijakan program HIV-AIDS di tempat kerja, pihaknya melakukan program pendidikan dan pelatihan, serta upayamenghindari sikap dan tindakan stigma dan diskriminasi, memiliki program dukungan dan perawatan untuk karyawan dengan HIV AIDS, seperti dukungan sosial, konseling atau VCT, pengobatan, sistem rujukan, telah mengalokasikan anggaran untuk program P3 HIV-AIDS dan AIDS di tempat kerja.

“Dalam satu tahun terakhir total karyawan yang telah diberikan sosialisasi atau penyuluhan terkait HIV-AIDS mencapai 408 orang,” kata Mustaqim.

Menteri Ketenagakerjaan Indonesia Ida Fauziyah pada kesempatan itu mengatakan, kunci kelangsungan usaha dan kesejahteraan kerja adalah jika tercipta produktivitas tinggi.

“Produktivitas akan terwujud jika syarat kelayakan dan keselamatan kerja di tempat kerja dapat dipenuhi. Dengan demikian kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dapat dihindari,” kata dia.

Ia menekankan di saat pandemi COVID-19 ini penegakan norma K3 menjadi penting karena akan menjaga kelangsungan usaha sekaligus menjadi keselamatan pekerja di tempat kerja.

  • Bagikan