Tidak Hanya Luka Tembak, Inilah Keadaan Enam Jenazah Anggota FPI

  • Bagikan
Foto : internet

Jakarta – Lakukan otopsi terhadap jenazah, Front Pembela Islam (FPI) tidak ingin mengakui laporan hasil otopsi jenazah 6 anggota Laskar FPI yang disampaikan Bareskrim Polri.

“Yang jelas kami tidak dapat mengakui dan menerima hasil otopsi tersebut,” kata kuasa hukum FPI, Aziz Yanuar kepada Tempo pada Minggu, 20 Desember 2020.

Salah satu alasannya karena polisi mengabaikan ketentuan dalam KUHAP Pasal 134 ayat 2 dan 3. Karena pihak keluarga menolak dan keberatan atas dilakukannya otopsi tersebut.

Selain itu, jumlah luka tembak berdasarkan laporan otopsi yang disampaikan polisi juga berbeda dengan temuan FPI, bukti yang ada di pihaknya dengan sejumlah foto berupa infografis mengenai tiap luka pada jenazah.

Foto pertama korban bernama Muhammad Reza, 20 tahun. Dengan keadaan pipi dan keningnya terdapat lebam dan menghitam serta dada kiri terdapat dua luka tembak dan noda hitam, tangan kiri yang melepuh dan kemaluanĀ juga bengkak dan melepuh.

Foto kedua adalah Faiz Ahmad Syukur, 22 tahun. Di keningnya terdapat lebam, jahitan pada leher, dua luka tembak sekitar dada kiri. Selaim itu, luka tembak juga terdapat pada tangan kiri dan paha kanan.

Muhammad Suci Khadavi, 21 tahun. Terdapat lebam pada matanya, tiga luka tembak pada dada kiri. Selanjutnya Lutfi Hakim terdapat empat luka tembak yang bekas lubangnya menghitam pada dada kiri, kulit belakangnya melepuh, dan kemaluannya bengkak dan melepuh.

Dan pada korban Andi Oktavian, 33 tahun, terdapat lecet sekitar 5 sentimeter pada kepala kiri, serta luka tembak pada mata kiri, bengkak dan lebam pada pipi kiri, tiga luka tembak pada dada kiri, kulit dan punggung melepuh.

Selanjutnya, Ahmad Sofiyan (Ambon), 26 tahun, terdapat dua luka tembak pada dada kiri serta juga alami kebengkakan dan melepuh pada kemaluan.

  • Bagikan