EkonomiKabupaten Tanah Datar

Wabup Ahmad Fadly Tegaskan Tanah Datar Fokus Optimalkan Potensi Daerah

×

Wabup Ahmad Fadly Tegaskan Tanah Datar Fokus Optimalkan Potensi Daerah

Sebarkan artikel ini

Padang – Wakil Bupati (Wabup) Tanah Datar, Ahmad Fadly, S.Psi., mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pemantapan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi se-Sumatera Barat yang digelar di Auditorium Gubernuran, Padang, pada Senin (2/11/2026).

Kegiatan strategis ini turut menghadirkan narasumber utama yakni Wakil Menteri Dalam Negeri, Dr. Arya Bima, serta Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi.

Rakor tersebut diselenggarakan guna memberikan motivasi serta arahan langsung kepada para kepala daerah dalam upaya mendongkrak kebangkitan ekonomi lokal.

Wabup Ahmad Fadly menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki kabupaten, meskipun di tengah tantangan pascabencana dan berbagai keterbatasan infrastruktur.

“Alhamdulillah, hari ini sudah hadir Bapak Wamendagri Bapak Bima Arya beserta Bapak Wakil Kepala BPS Bapak Sony, dalam rangka memberikan motivasi ya dan arahan-arahan kepada kami seluruh kepala daerah. Saya mewakili Bapak Bupati agar bisa tumbuh dan naiknya pertumbuhan ekonomi yang ada di Tanah Datar ini,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat, termasuk Kabupaten Tanah Datar, selama ini masih berada di bawah rata-rata nasional.

Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor krusial, seperti dampak bencana alam serta konektivitas antarwilayah, khususnya akses jalan yang masih memerlukan pembenahan.

“Pemerintah Kabupaten Tanah Datar tetap optimis. Dengan memaksimalkan potensi daerah serta meningkatkan efisiensi pascabencana, konektivitas wilayah akan menjadi salah satu fokus utama ke depannya demi menunjang peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansarullah mengungkapkan bahwa dampak bencana alam pada tahun 2024 sangat signifikan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah yang menjadi pusat perekonomian di Sumatra Barat.

Berdasarkan hasil pendataan pasca-bencana, total kerugian dan kerusakan ekonomi diperkirakan mencapai angka yang fantastis, mencakup kerusakan infrastruktur, lahan pertanian, sarana produksi, hingga terganggunya aktivitas perdagangan serta distribusi barang.

“Kerugian ini tidak hanya bersifat fisik, melainkan juga mencakup hilangnya kapasitas produksi, terganggunya daya beli masyarakat, serta penurunan produktivitas di sektor usaha,” ujarnya.

Ia berharap melalui rakor ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat optimis berbagai langkah taktis dan konkret dapat segera dieksekusi guna mendongkrak kesejahteraan masyarakat secara luas.

“Kita menghadirkan narasumber berkompeten di kegiatan ini, mudah-mudahan yang disampaikan dapat diimplementasikan di daerah masing-masing, sehingga peetumbuhan ekonomi masyarakat akan lebih baik di tahun-tahun kedepannya,” ujarnya.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.