Wagub Perintahkan PSDA Segera Normalisasi Sungai Batang Anai

Perlu Kerjasama Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) dan Balai Wilayah Sungai Sumatera V

Wakil Gubenur Sumatra Barat Nasrul Abit Saat meninjau lokasi banjir bandang yang terjadi Nagari Anduriang, Kecamatan Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar

PADANG, KABARSUMBAR – Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit memerintahkan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) dan Balai Wilayah Sungai Sumatera V untuk segera melakukan normalisasi dan pelurusan arah aliran sungai Batang Anai guna menekan muncul dampak banjir.

Pasca banjir bandang yang terjadi Nagari Anduriang, Kecamatan Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar) pada Selasa (7/8/2018) lalu, data sementara dari BPBD terdapat 5 unit rumah penduduk hanyut, 1 musala juga dibawa air bercampur lumpur. Kemudian, 8 unit rumah rusak berat, 5 hektare sawah terendam banjir. Lalu, terdapat 60 hektare sawah gagal panen dan 14 ekor kerbau warga turut diseret air

“Untuk mengantisipasi kembali terjadinya bencana banjir bandang tersebut, perlu segeral lakukan normalisasi sungai Batang Anai,” tegasnya.

Mantan Bupati Pesisir Selatan itu mengatakan hal tersebut juga bertujuan untuk mengamankan sejumlah rumah warga yang hingga kini masih berdiri di dekat aliran sungai tersebut.

Disisi lain, Wakil Bupati Padang Pariaman Muliyardi mengatakan sudah berkunjung ke lokasi bencana banjir bandang itu. Dari hasil tersebut disepakati bersama oleh pihak Nagari dan warga setempat untuk kedepannya dilakukan normalisasi aliran sungai Batang Anai.

“Sebelumnya pihak kami sudah pernah melakukan perencanaan tersebut, tetapi sebagian warga merasa keberatan. Sekarang semuanya sudah sepakat untuk dilakukan nomalisasi,” ujarnya.

Pasca diterjang banjir bandang Selasa (7/8) dini hari, puluhan jiwa penduduk yang bermukim di Nagari Anduriang, Kecamatan Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) kini terpaksa tidur di tenda pengungsian.

Tak hanya warga yang kehilangan rumah akibat hanyut terseret air bercampur lumpur. Namun, sejumlah masyarakat yang rumahnya turut terdampak banjir juga dipindahkan ke lokasi pengungsian sementara.

“Sedikitnya 22 KK menginap di tenda pengungsian. Sebagian ada yang di rumah tetangga, dan selebihnya diungsikan di tenda. Sebab, lokasi terdampak banjir tidak menyebar, tapi setumpuk-setumpuk,” tutupnya.

 

(Putri Caprita)

Loading...
DomaiNesia
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...