Wawako Solok Hadiri Rakor Percepatan Sertifikasi Halal Usaha Mikro dan Kecil (UMK)
Sebarkan artikel ini
Solok Kota – Bertempat di Hotel Truntum Padang, Senin (21/3). Wawako Solok, Ramadhani Kirana Putra, hadiri Rapat Koordinasi Public Hearing dan Temu Konsultasi Pendampingan PPH.
Turut hadir, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, S.P, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama RI, Muhammad Aqil Irham, Kemenag Provinsi Sumatera Barat, H. Helmi, dan Bupati/Walikota se Sumatera Barat.
Dalam sambutan Gubernur Sumbar mengatakan, untuk mewujudkan program percepatan sertifikasi halal tersebut, BPJPH terus melakukan sejumlah upaya. Di antaranya dengan menyiapkan pendamping PPH yang dibutuhkan dalam pelaksanaan sertifikasi halal produk UMK.
“Di Sumatera Barat baru 665 Sertifikasi Halal Usaha Mikro dan Kecil, kita ada sekitar 600 ribu UMK di Sumbar. “Ucap Gubernur.
Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama memastikan bahwa akselerasi sertifikasi halal yang digulirkan akan mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional. Hal itu disampaikan Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham dalam Rapat Koordinasi (Rakor) dan Public Hearing Temu Konsultasi Pendamping Proses Produk Halal (PPH) bagi pelaku usaha mikro dan kecil, Provinsi Sumatera Barat.
Sertifikasi halal sangat penting bagi pelaku usaha, khususnya UMK, sebagai bentuk jaminan kehalalan sekaligus menjadi nilai tambah bagi produk agar berdaya saing tinggi,” Ucap Kepala BPJPH.
“Karenanya, akselerasi sertifikasi yang kita jalankan dengan target 10 juta sertifikat halal ini sangat penting dalam mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional, khususnya bagi UMK yang menjadi sektor paling terdampak setelah 2 tahun terdampak pandemi Covid-19,” lanjut Aqil Irham.
Acara dilanjutkan dengan penandatangan kesepakatan bersama dengan Bupati/Walikota se Sumatera Barat.
Pemkab Solok Selatan mengajak perusahaan melalui forum TJSLP untuk mendukung pengembangan fasilitas RSUD Batang Sangir guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Pemerintah Kota Padang Panjang memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah menyusul penurunan inflasi nasional Oktober 2026 sebesar 0,22 persen melalui pemantauan harga dan dukungan sektor pertanian.
Pemprov Sumbar mendorong penguatan koordinasi lintas instansi untuk memastikan hak kesejahteraan veteran terpenuhi secara tepat sasaran melalui Workshop Administrasi Veteran dan Verifikasi Data Tahun 2026 di Padang.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah memaparkan dua inovasi unggulan, Lameh Kesa dan Udah Gagah, dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri.
Dony Oskaria menegaskan akses pendidikan bagi anak-anak di Huntara Senen harus terjamin. Ia berkomitmen mengurus kendala administrasi zonasi agar anak-anak tersebut tetap bisa bersekolah dengan baik.
Komisi Informasi Sumbar melakukan visitasi ke PPID Tanah Datar untuk menilai keterbukaan informasi. Bupati Eka Putra berkomitmen memperkuat PPID di setiap badan publik melalui monitoring dan evaluasi.