DaerahKota Payakumbuh

Bantuan Untuk Humairah Penderita Atresia Koana Mulai Mengalir

1213
×

Bantuan Untuk Humairah Penderita Atresia Koana Mulai Mengalir

Sebarkan artikel ini

Payakumbuh – Sehari pasca viral pemberitaan bayi bernama Humairah Azzahra Oktari berusia 2 bulan, bantuan atau kepedulian mulai berdatangan untuk membantu asupan gizi agar berat badan bisa bertambah.

Anak dari pasangan suami istri muda bernama Ranggi Oktafera (28) dan Istrinya Tari Fitriana (28) yang beralamat di Kelurahan Payobasung, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh, saat ini mengalami kesulitan bernafas sejak lahir.

Bantuan untuk Azzahra diserahkan langsung anggota DPRD Kota Payakumbuh, Ainul Farhan di kediamannya. Politisi muda Partai Nasdem itu menyerahkan bantuan berupa sembako serta sejumlah uang untuk membeli susu bagi bayi Humairah, Kamis (26/12/2024).

Meski bantuan yang diserahkan belum bisa langsung menuntaskan persoalan atau kendala yang dihadapi oleh orang tua Humairah, anggota Komisi B DPRD Kota Payakumbuh itu berharap bisa meringankan beban yang tengah dihadapi pria yang berprofesi sebagai buruh harian di sebuah heler atau penggilingan padi itu.

“Mudah-mudahan bantuan yang kami serahkan ini bisa membantu orang tua Humairah untuk membeli kebutuhan bagi anak mereka, berupa susu ataupun kebutuhan lainnya, sehingga nantinya berat badan Humairah bisa bertambah dan mencapai 5 Kilogram agar bisa dioperasi,” ucapnya.

Lebih jauh Farhan mengatakan bahwa, ia tersentuh untuk membantu Humairah setelah membaca pemberitaan di media online dan media sosial terkait kondisi bayi itu.

“Alhamdulillah kita bisa berbagi untuk meringankan beban orang tua Humairah, semoga kedepannya Humairah bisa segera dioperasi dan tumbuh layaknya anak-anak lainnya.” Ungkapnya.

Kedepannya Farhan berharap kepedulian pemerintah daerah melalui pihak-pihak terkait bisa semakin maksimal, sehingga persoalan-persoalan sosial yang dihadapi masyarakat Kota Payakumbuh bisa terbantu dengan maksimal.

Sementara itu, orang tua Humairah mengucapkan terimakasih atas kepedulian banyak pihak, termasuk anggota DPRD Kota Payakumbuh, Ainul Farhan yang langsung datang memberikan bantuan.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada banyak pihak dan pak Farhan yang datang langsung untuk memberikan bantuan bagi anak kami, semoga Azzahra bisa segera dioperasi.” Ucap Ranggi Oktafera diamini Istrinya Tari Fitriana.

Sebelumnya diberitakan, kondisi memprihatinkan dialami pasangan suami istri muda di Kelurahan Payobasung Kecamatan Payakumbuh Timur Kota Payakumbuh, bernama Ranggi Oktafera (28) dan Istrinya Tari Fitriana (28), buah cinta mereka yang masih bayi berusia dua bulan tidak bisa hidup seperti layaknya bayi seusianya.

Bayi perempuan bernama Humairah Azzahra Oktari itu mengalami kesulitan bernafas sejak lahir, sebab terdapat tulang rawan yang membentang didalam hidung.

Selain itu, bayi cantik yang memiliki rambut hitam tebal itu tidak bisa langsung menerima asupan ASI eksklusif dari sang ibu, sebab untuk menyusu Humairah harus menggunakan Sonde, semacam alat atau selang yang dimasukkan kedalam hidung. Kondisi itu membuat pernafasan Humairah terganggu.

Tidak itu saja, ‘penderitaan’ anak pertama buruh heler atau penggilingan padi itu juga diperparah dengan kondisi empeng atau kompeng yang harus terus terpasang untuk membantu pernafasan.

Menurut dokter, kondisi yang dialami oleh anak pertama Ranggi Oktafera dan istrinya Tari Fitriana, adalah Atresia Koana, yakni kondisi bawaan berupa penyumbatan pada saluran napas hidung bagian belakang yang terjadi akibat kegagalan perkembangan lubang hidung. Penyumbatan ini dapat berupa tulang atau jaringan lunak yang tidak normal. Atresia koana dapat memengaruhi satu atau kedua sisi hidung.

Sementara untuk bisa menjalani operasi, Berat Badan (BB) bayi mungil itu harus mencapai 5 Kilogram. Hal itulah saat ini yang menjadi beban fikiran PASUTRI itu tiap harinya, karena untuk bisa ‘memompa’ berat badan Humairah dengan asupan susu butuh biaya yang tak sedikit, sementara pendapatan Ranggi sebagai buruh harian di penggilingan padi/Heller belum mampu untuk membeli susu terbaik untuk buah cintanya itu.

“Kami kesulitan untuk bisa melakukan operasi terhadap anak kami, sebab syarat ia bisa dioperasi adalah berat badan mencapai 5 Kilogram, sedangkan saat ini berat badannya hanya 3,6 Kilogram. Kami terus berupaya agar berat badan itu bisa tercapai, namun apa daya untuk membeli susu formula kami sangat kesulitan karena harga yang mahal,” sebut Ranggi Oktafera dan Istrinya Tari Fitriana, Selasa (24/12/2024).

Sementara untuk biaya operasi nanti menurut Ranggi ditanggung Pemerintah melalui BPJS Kesehatan.

Bagi anda yang ingin berdonasi untuk Humairah, silahkan kirim ke Rekening BNI : 1789781078 a/n Ranggi Oktafera (orang tua Humairah) atau hubungi 081268920123. (Ikhlasul Ihsan)

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.