KampusSumatera Barat

Bangun Indonesia 2045! Departemen Maternitas dan Anak Unand Lakukan Edukasi Gizi dari Kandungan hingga Balita

370
×

Bangun Indonesia 2045! Departemen Maternitas dan Anak Unand Lakukan Edukasi Gizi dari Kandungan hingga Balita

Sebarkan artikel ini
Tim Pengabmas Departemen Maternitas dan Anak Unand berikan pengarahan kepada peserta. Foto : KSB

Padang – Departemen Maternitas Anak Fakultas Keperawatan Universitas Andalas (Unand) kembali melaksanakan program pengabdian masyarakat tahunan. Tahun ini, kegiatan difokuskan pada pencegahan stunting melalui edukasi gizi ibu hamil dan balita di wilayah kerja Puskesmas Bungus, Kota Padang.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Program Kemitraan Masyarakat berbasis Departemen Fakultas Keperawatan Unand, Ners Yanti Puspita Sari, S.Kep, M.Kep, Ph.D, menjelaskan pemilihan Bungus bukan tanpa alasan. Data dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat menunjukkan masih banyak kasus kekurangan gizi serta ancaman stunting. Kondisi ini mendorong tim maternitas dan anak Fakultas Keperawatan Unand untuk turun langsung memberikan edukasi.

“Stunting berawal sejak kehamilan ketika gizi ibu tidak tercukupi. Jika ibu hamil tidak mendapat nutrisi baik, bayi berisiko lahir dengan masalah tumbuh kembang,” ujar Yanti.

Selain Puskesmas Bungus, kegiatan turut digelar di dua puskesmas pembantu, yaitu Pustu Timbalun dan Pustu Koto Gadang. Menurut Yanti, dua lokasi ini dipilih karena termasuk daerah dengan risiko tinggi.

Pemeriksaan Gizi dan Edukasi untuk Ibu Hamil dan Balita

Ners Yanti Puspita Sari, S.Kep, M.Kep, Ph.D, . Foto : KSB

Pustu Timbalun memiliki banyak ibu hamil yang perlu perhatian khusus terkait status gizi, sedangkan Pustu Koto Gadang menjadi fokus karena tingginya jumlah balita yang memerlukan pemantauan tumbuh kembang.

Di Pustu Timbalun, kegiatan difokuskan pada edukasi gizi seimbang untuk ibu hamil. Tim juga melakukan pemeriksaan gula darah dan kadar hemoglobin. Hasil awal memperlihatkan beberapa ibu memiliki Hb rendah, sehingga berisiko mengalami komplikasi. Edukasi tambahan diberikan agar mereka rutin mengonsumsi zat besi dan memperbaiki pola makan.

Sementara itu, di Pustu Koto Gadang, tim menekankan pemeriksaan tumbuh kembang balita menggunakan metode Denver. Melalui metode ini, dapat dilihat apakah perkembangan anak sesuai dengan usianya. Selain itu, tim juga menilai status gizi anak dan memberi arahan tindak lanjut.

Yanti menegaskan, kelompok ibu hamil dan balita merupakan kelompok paling rentan terhadap stunting. Karena itu, edukasi ini diharapkan menjadi langkah awal pencegahan yang dapat dilanjutkan oleh Puskesmas Bungus.

Dukungan Puskesmas dan Antusiasme Keluarga

Peserta dari warga Bungus Timur sangat antusias ikuti kegiatan. Foto : KSB

Kepala Puskesmas Bungus, dr. Yuli Rilda, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan kolaborasi bersama Unand. Ia menilai, kegiatan ini memberikan manfaat besar karena ibu hamil dapat memahami pentingnya pemeriksaan rutin minimal enam kali selama kehamilan.

“Kami berharap ibu balita juga lebih rajin ke posyandu untuk menimbang berat badan, mendapat imunisasi, vitamin A, hingga obat cacing,” ungkapnya

Ia menambahkan, pelibatan suami dalam kegiatan ini sangat positif. Suami diharapkan lebih peduli terhadap kesehatan ibu hamil, mulai dari pemenuhan gizi hingga persiapan persalinan. Dukungan keluarga diyakini memperkuat pencegahan stunting.

Respon masyarakat juga sangat antusias. Banyak keluarga hadir, termasuk para suami yang biasanya jarang mengikuti kegiatan kesehatan. Fakta ini menunjukkan bahwa edukasi bersama keluarga efektif membangun kesadaran baru tentang pentingnya gizi seimbang sejak masa kehamilan.

Fakultas Keperawatan Unand menegaskan akan terus memetakan wilayah rawan gizi melalui survei awal. Data tersebut menjadi dasar pemilihan lokasi setiap tahun agar program pengabdian masyarakat tetap tepat sasaran dan bermanfaat luas.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.