Kota Padang

Padang Perkuat Strategi Sanitasi Aman, Gandeng Lintas Sektor hingga Komunitas

113
×

Padang Perkuat Strategi Sanitasi Aman, Gandeng Lintas Sektor hingga Komunitas

Sebarkan artikel ini
Foto : Diskominfo Kota Padang

Padang – Pemerintah Kota Padang menegaskan komitmennya memperkuat pengelolaan sanitasi aman dengan melibatkan berbagai pihak lintas sektor.

Upaya ini dibahas dalam rapat koordinasi dan diskusi daring mengenai strategi pemasaran sosial serta penyusunan dokumen RISPALD, Kamis (4/9).

Dalam forum tersebut, Implementation Support Consultant (ISC) Sanitation Infrastructure and Institutional Support Program (SIIP) dari Kemitraan Indonesia–Australia untuk Infrastruktur (KIAT), Tritiani Susanti dan Rachmad Buchari, menyampaikan pentingnya pendekatan pemasaran sosial.

Mereka menekankan, strategi ini bukan sekadar promosi, melainkan dorongan perubahan perilaku menuju praktik sanitasi aman berkelanjutan.

“Kesadaran, kepedulian, dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan menjaga lingkungan serta kesehatan bersama,” jelas Tritiani.

Dokumen strategi pemasaran sosial dan promosi sanitasi Padang 2025–2029 disusun sebagai pedoman bersama pemangku kepentingan.

Penyusunan mengedepankan pendekatan GEDSI agar strategi bersifat inklusif dan adil, terutama bagi kelompok rentan.

Kolaborasi lintas sektor dinilai penting. Pemerintah, swasta, akademisi, komunitas, dan media diharapkan aktif menyebarkan pesan kunci sanitasi aman, termasuk kesediaan warga membayar layanan serta merawat sarana yang tersedia.

Sanitasi Aman Jadi Target Nasional, Padang Didorong Capai 24 Persen pada 2029

Kepala Bidang dan Jasa Konstruksi Dinas PUPR Kota Padang, Yanti, menegaskan sanitasi aman menjadi target nasional yang harus dicapai daerah.

“Program ini prioritas pusat. Fokusnya, mendorong masyarakat melakukan penyedotan septic tank terjadwal atau Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT),” ujarnya.

Ia menambahkan, Padang tengah menyusun Rencana Induk Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (RISPALD) sebagai master plan pengelolaan limbah.

Pemerintah pusat menargetkan standar sanitasi aman Padang mencapai 24 persen pada 2029.

“Alhamdulillah, kita mendapat dukungan dana DAK untuk merehabilitasi Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang berdiri sejak 1994. Harapannya, fasilitas ini berfungsi optimal sekaligus berkembang menjadi pusat edukasi lingkungan berskala nasional,” tambah Yanti.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Padang, Yenni Yuliza, melalui Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan, Lili Rahmaini, mengungkapkan Padang ditetapkan sebagai kota percontohan sanitasi oleh Direktorat Sanitasi pada 2024.

“Pendampingan pusat sangat membantu. Hasilnya, pengelolaan limbah domestik bisa terintegrasi ke dalam RPJPD, RPJMD, hingga Renstra OPD,” jelas Lili.

Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada peran masyarakat. Karena itu, strategi komunikasi dijalankan melalui media sosial, spanduk di kelurahan, dan kegiatan tingkat kecamatan.

“Fokus awal memang di area layanan IPLT Nanggalo. Namun, wilayah lain tetap diprioritaskan secara bertahap agar seluruh kota terlayani,” tutup Lili.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.