DaerahKota Padang

Cuci Tangan Dengan Sabun Turunkan Resiko Penularan Covid-19

853
×

Cuci Tangan Dengan Sabun Turunkan Resiko Penularan Covid-19

Sebarkan artikel ini
dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, Pakar Imunisasi
dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, Pakar Imunisasi

Padang – Bakteri dan virus penyebab penyakit menular yang sangat mudah menular lewat tangan. Itu sebabnya, kita disarankan untuk mencuci tangan sesering mungkin. Menurut para ahli, mencuci tangan minimal 20 detik adalah cara paling tepat untuk menghilangkan bakteri dan virus.

Pakar Imunisasi, dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH menjelaskan, protokol kesehatan 3M ini berdasarkan penelitian dari WHO, telah ditetapkan sebagai standar bagi semua negara. Sehingga kalau masyarakat tidak melakukan apa-apa kemungkinan akan tertular Covid-19.

“Jika kita mencuci tangan dengan sabun selama 20 detik, itu menurunkan risiko penularan hingga 35%,” kata Elizabeth dalam acara Dialog Produktif, bertema “Siapkan Kedatangan Vaksin” yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) bersama Jurnalis Ubah Laku, kemarin.

Menurutnya, kalau masyarakat menggunakan masker biasa yang tiga lapis, akan mampu menurunkan risiko penularan hingga 45%, kalau masyarakat menggunakan masker bedah yang warnanya hijau atau biru menurunkan risiko penularan hingga 70%, dan kalau kita menjaga jarak aman, akan menurunkan resiko penularan hingga 85%.

“Jadi yang berkerumun itu saya rasa keterlaluan sekali karena abai kepada dirinya sendiri dan orang di sekitarnya,” ujarnya.

Elizabeth juga mengingatkan, masyarakat semua harus sadar, kapasitas produksi vaksin tidak akan cukup untuk semua penduduk, sudah pasti vaksinasi nantinya akan bertahap. Sehingga 3M tadi harus tetap dijalankan, bahkan setelah divaksinasi.

“Sehingga dengan begitu, masker dan hand sanitizer akan terus kita bawa sebagai budaya kita ke depannya,” ujarnya.

Pernyataan Elizabeth juga didukung tenaga kesehatan lainnya yang kini tengah merawat pasien Covid-19 seperti, Lia Gustina AMD.Kep, relawan tenaga kesehatan yang sudah bertugas sejak April di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat.

“Saya berharap kepada masyarakat, untuk tetap menjaga protokol Kesehatan 3M dan tidak berkerumun meski ada vaksin nantinya. Tetap mendukung kami yang ada di garda terdepan,” ujarnya.

Kendati demikian, terkait program vaksinasi nanti, Pemerintah tentu nantinya akan memberikan aturan yang bertugas memberi vaksinasi, kapan vaksinasinya, di mana, dan siapa. Tentu siapanya ini tidak semua orang, itu yang harus kita mengerti.  

“Vaksin yang ada baru untuk kelompok tertentu, seperti misalnya yang diprioritaskan kepada tenaga kesehatan terlebih dahulu. Kenapa diutamakan tenaga kesahatan? Karena mereka yang menolong orang sakit, dan kalau tenaga kesehatan kita tertular, mereka bisa menularkan kepada orang lain, itu alasan yang harus bisa diterima,” katanya.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.