EkonomiSumatera Barat

Sumbar Pacu Transisi Energi, Optimalkan Potensi Energi Terbarukan

291
×

Sumbar Pacu Transisi Energi, Optimalkan Potensi Energi Terbarukan

Sebarkan artikel ini
sumbar-mantapkan-transisi-energi,-targetkan-dominasi-ebt-2030
Sumbar Mantapkan Transisi Energi, Targetkan Dominasi EBT 2030

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) bertekad mempercepat transisi energi nasional.

Targetnya, porsi energi baru terbarukan (EBT) mencapai 58,29 persen pada 2030.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Focus Group Discussion (FGD) Sinergi Pengembangan Energi Terbarukan di Hotel Santika Padang, Kamis (20/11/2025).

Gubernur Sumbar, Mahyeldi, membuka forum yang dihadiri para pemangku kepentingan energi tingkat nasional dan daerah.

Mahyeldi mengapresiasi penunjukan Sumbar sebagai lokasi forum oleh Ditjen EBTKE Kementerian ESDM.

Menurutnya, FGD menjadi wadah penting untuk merumuskan langkah konkret dalam memperkuat implementasi kebijakan energi di daerah.

“FGD ini menjadi ruang penting untuk menyatukan langkah dan merumuskan tindak lanjut yang konkret demi memperkuat implementasi kebijakan transisi energi di daerah,” kata Mahyeldi.

Agenda energi terbarukan selaras dengan RPJMD Sumbar 2025-2029, khususnya misi Lumbung Pangan Nasional dan Ekonomi Berkelanjutan.

“Dalam lima tahun ke depan kita membutuhkan tambahan sekitar 27,7 persen dari capaian saat ini yang sudah mencapai 30,59 persen,” ungkap Mahyeldi.

Mahyeldi memaparkan potensi EBT Sumbar yang besar, meliputi energi air, panas bumi, bioenergi, energi angin, dan energi surya.

Namun, ia mengakui masih ada hambatan investasi EBT, seperti keterbatasan fasilitasi perizinan, lemahnya koordinasi lintas sektor, serta tantangan sosial dan lingkungan.

Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menilai energi terbarukan sebagai solusi strategis masa depan bangsa.

Ia menyebut Sumbar memiliki posisi penting karena pasokan listrik daerah sebagian besar berasal dari EBT seperti PLTA Maninjau.

“Sumbar sudah memberikan kontribusi besar bagi pembangkit nasional. Kami berharap kontribusi ini terus meningkat,” ujarnya.

Pemerintah pusat menargetkan porsi energi terbarukan mencapai 35 persen dalam bauran energi nasional pada 2034, terutama dari PLTS, hidro, dan panas bumi.

“Sumatera Barat punya potensi besar menjadi lumbung energi baru terbarukan,” tegas Eniya.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.