Padang – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat lonjakan penumpang signifikan selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Lebih dari 100 ribu penumpang tercatat menggunakan layanan kereta api di wilayah Divre II Sumbar.
Hingga Rabu (31/12/2025), KAI Divre II Sumbar telah memberangkatkan 101.744 penumpang. Data ini dihimpun sejak 18 Desember 2025.
“Angka ini masih akan terus bertambah,” ujar Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, Rabu (31/12/2025). Masa angkutan Nataru masih berlangsung hingga 4 Januari 2026.
Total kapasitas tempat duduk yang disediakan mencapai 128.160 atau rata-rata 7.120 tempat duduk per hari.
Reza menambahkan, tingginya minat masyarakat terhadap kereta api menunjukkan bahwa moda transportasi ini semakin diminati, terutama saat libur Nataru.
KA Pariaman Ekspres menjadi primadona. Penjualan tiket KA Lokal didominasi oleh masyarakat yang ingin berlibur ke pantai di Kota Pariaman.
Tiket KA Pariaman Ekspres relasi Paulima-Naras yang terjual selama masa Nataru 2025 hingga saat ini mencapai 84.815 tiket.
Kereta Pariaman Ekspres melayani rute Padang-Pariaman dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.
Penumpang dapat menikmati pemandangan pesisir pantai dan suasana pedesaan khas Sumatera Barat.
Selain menjadi pilihan wisatawan, KA Pariaman Ekspres juga mendukung mobilitas masyarakat Sumbar yang bekerja atau berdagang di antara kota-kota yang dilaluinya.
KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan demi memastikan perjalanan yang aman dan nyaman bagi seluruh pelanggan.
Untuk mempermudah pengguna jasa kereta api, tiket kereta api Lokal dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI.
Pelanggan sudah dapat memesan tiket untuk keberangkatan tanggal 1 Januari hingga 7 Januari 2026. Penjualan tiket kereta api dilakukan secara bertahap sesuai jadwal, yaitu H-7 keberangkatan.
KAI Divre II Sumbar mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan masyarakat yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi selama masa Angkutan Nataru.






