Padang – Bunga bangkai suweg ditemukan mekar di dalam kebun durian milik warga di wilayah Nagari Koto Malintang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar).
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Agam, Ade Putra mengatakan, bunga dengan nama latin Amorphophallus paeoniifolius itu pertama kali ditemukan pada, Kamis 28 Januari 2021.
Saat itu petugas BKSDA bersama mahasiswa jurusan Biologi Universitas Negeri Padang (UNP), melakukan kunjungan ke salah satu pohon terbesar di Indonesia yang berada tidak jauh dari lokasi tersebut.
“Bunga yang biasa tumbuh didaerah tropis atau asia tenggara ini mekar dengan diameter mencapai 33 sentimeter dan tinggi 34 sentimeter dari permukaan tanah,” kata Ade Putra pada, Jumat 29 Januari 2021.
Dijelaskannya, bunga bangkai langka itu akan mekar sempurna sampai dengan membusuk dalam waktu 7 sampai 10 hari. Tidak hanya satu jenis, bunga bangkai jenis lain juga ditemukan di sana.
“Dilokasi saat itu juga ditemukan belasan vegetatif bunga bangkai jenis amorphophallus titanum dan amorphophallus gigas,” katanya.
Ade mengatakan, hingga saat ini ada empat jenis bunga bangkai yang ditemukan di wilayah kabupaten Agam. Yaitu Amorphophallus titanum, Amorphophallus gigas, Amorphophallus paoeniifolius, dan Amorphophallus variabilis.
Suweg (dari bahasa Jawa) adalah tanaman anggota marga Amorphophallus dan masih berkerabat dekat dengan bunga bangkai raksasa (A. titanum) dan iles-iles (A. muelleri). Suweg sering dicampurbaurkan dengan keduanya menghasilkan umbi batang yang dapat dimakan dan ada kemiripan dalam morfologi daun pada fase vegetatifnya.
Suweg adalah tanaman asli Asia Tenggara dan tumbuh di hutan-hutan kawasan Malesia, Filipina, serta India tropik (bagian selatan).






