InternasionalNasional

Perkuat Pangan, Indonesia Mulai Ekspor Urea Perdana Ke Australia

49
×

Perkuat Pangan, Indonesia Mulai Ekspor Urea Perdana Ke Australia

Sebarkan artikel ini

Bontang – Indonesia menandai tonggak sejarah baru dalam kerja sama bilateral dengan Australia melalui ekspor perdana produk urea. Pengiriman yang difasilitasi skema Government-to-Government (G2G) ini memperkuat komitmen kedua negara dalam menjaga ketahanan pangan dan rantai pasok pupuk di kawasan Asia-Pasifik.

Seremonial pelepasan kapal pengangkut urea dilaksanakan di Dermaga BSL PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), Bontang, pada Kamis (14/5/2026).

Acara ini dihadiri oleh Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dan Deputy Ambassador Australia untuk Indonesia Gita Kamath.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa ekspor perdana ini merupakan transformasi penting bagi industri pupuk nasional.

Tahap awal pengiriman mencakup 47.250 ton urea.

“Ini mencetak sejarah, karena kita akan mengekspor pupuk ke beberapa negara termasuk Australia,” ujar Amran.

Ia menambahkan bahwa rencana awal ekspor 250.000 ton urea ke Australia akan ditingkatkan menjadi 500.000 ton, dengan nilai mencapai sekitar Rp 7 triliun.

Kerja sama ekspor ini merupakan tindak lanjut dari komunikasi antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese. Komitmen awal mencapai 250.000 ton urea, dengan potensi peningkatan hingga 500.000 ton.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menekankan bahwa pengiriman urea ke Australia memiliki makna strategis lebih dari sekadar transaksi dagang. Momentum ini menunjukkan posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam rantai pasok pupuk global.

Bontang – Indonesia mencetak sejarah baru dengan melakukan ekspor perdana produk urea ke Australia. Langkah ini dilakukan melalui skema Government-to-Government (G2G) dan menjadi tonggak penguatan kerja sama bilateral kedua negara. Fokus utamanya adalah peningkatan ketahanan pangan dan penguatan rantai pasok pupuk di kawasan Asia-Pasifik.

Acara pelepasan kapal pengangkut urea berlangsung di Dermaga BSL PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) pada Kamis (14/5/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, Deputy Ambassador Australia untuk Indonesia Gita Kamath, serta jajaran direksi Pupuk Indonesia dan Pupuk Kaltim.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa ekspor perdana pupuk ke Australia ini merupakan momen bersejarah bagi industri pupuk nasional. Pengiriman awal ini mencakup 47.250 ton urea.

“Ini mencetak sejarah, karena kita akan mengekspor pupuk ke beberapa negara termasuk Australia,” katanya.

Rencana awal ekspor ke Australia adalah 250.000 ton, namun akan ditingkatkan menjadi 500.000 ton dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp 7 triliun.

Tahap awal kerja sama ini mencakup komitmen ekspor 250.000 ton urea, dengan potensi peningkatan hingga 500.000 ton senilai kurang lebih Rp 7 triliun.

Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari komunikasi antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menekankan pengiriman urea ke Australia memiliki makna strategis yang melampaui sekadar aktivitas perdagangan.

Momentum ini menunjukkan posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam rantai pasok pupuk global.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.