Ekonomi

Tekanan Global Berlanjut, Nilai Tukar Rupiah Terkoreksi ke Level Rp17.914

88
×

Tekanan Global Berlanjut, Nilai Tukar Rupiah Terkoreksi ke Level Rp17.914

Sebarkan artikel ini
High angle view of US 10 and 20 dollar bills on a black background, emphasizing finance and currency themes.
Photo by <a href="https://www.pexels.com/@sejio402?utm_source=instant-images&utm_medium=referral">Sergei Starostin</a> on <a href="https://pexels.com">Pexels</a>

Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Rabu (3/6/2026).

Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.40 WIB, mata uang Garuda melemah 75 poin atau 0,42 persen ke level Rp17.914 per dolar AS.

Pelemahan ini melanjutkan tren negatif yang terjadi sejak akhir Mei 2026. Sebelumnya, pada 29 Mei lalu, rupiah sempat menyentuh posisi Rp17.864 per dolar AS di tengah penguatan indeks dolar AS yang naik tipis 0,01 persen ke level 99.227.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa tekanan rupiah dipicu oleh ketidakpastian global, terutama akibat konflik di Timur Tengah.

Selain itu, terdapat peningkatan permintaan valuta asing secara musiman di dalam negeri.

Ramdan menyebutkan, kebutuhan dolar AS meningkat untuk pembayaran utang luar negeri (ULN) dan repatriasi dividen. Sementara itu, arus masuk dolar AS ke pasar domestik saat ini masih terbatas.

Meski rupiah terus tertekan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi perekonomian nasional tetap stabil. Pemerintah telah mengantisipasi pergerakan kurs dalam penyusunan APBN sehingga kondisi fiskal tetap terjaga.

Purbaya menegaskan bahwa depresiasi rupiah saat ini sudah diperhitungkan dalam anggaran negara.

Dengan demikian, ia menjamin anggaran negara tetap dalam kondisi aman meski nilai tukar rupiah melemah ke level saat ini.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.