PemerintahSumatera Barat

Sumbar Capai Peringkat Empat Nasional Pembentukan Koperasi Desa

101
×

Sumbar Capai Peringkat Empat Nasional Pembentukan Koperasi Desa

Sebarkan artikel ini

Padang – Sumatera Barat mencatatkan prestasi membanggakan dengan menempati posisi empat besar nasional dalam pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Selain itu, provinsi ini menjadi daerah tercepat kedua di Indonesia dalam penyelesaian Rapat Anggota Tahunan (RAT) koperasi.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan apresiasi tersebut saat melepas tim Project Management Officer (PMO) dan Business Assistant (BA) KDMP di Aula Kantor Gubernur, Sabtu (6/6/2026).

Ia menilai capaian ini sebagai bukti nyata keberhasilan sinergi antara pemerintah daerah, pendamping lapangan, dan pengurus koperasi di tingkat akar rumput.

“Sumatera Barat berhasil menjadi provinsi terbaik keempat dalam pembentukan KDMP dan tercepat kedua dalam penyelesaian RAT. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras mewujudkan capaian ini,” ujar Mahyeldi.

Meski demikian, Mahyeldi menegaskan bahwa pembentukan badan hukum hanyalah langkah awal.

Ia menginstruksikan agar koperasi yang telah terbentuk terus mendapatkan pendampingan intensif agar mampu bertransformasi menjadi lembaga ekonomi yang profesional, produktif, dan berkelanjutan.

“Koperasi tidak boleh hanya berdiri secara administratif. Tujuannya adalah memastikan koperasi tumbuh menjadi kekuatan ekonomi masyarakat yang memberikan manfaat nyata,” tegasnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumatera Barat, Endrizal, menjelaskan bahwa posisi empat besar nasional ini diraih setelah bersaing ketat dengan Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Tengah.

Sejauh ini, sebanyak 888 lokasi gerai KDMP telah diverifikasi di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

“Dari total verifikasi, 274 gerai sudah siap beroperasi, dengan rincian 63 gerai selesai dibangun dan 211 gerai dalam tahap penyelesaian. Ini membuktikan program berjalan sesuai target pemerintah pusat,” jelas Endrizal.

Keberhasilan program ini melibatkan 40 PMO dan 125 Business Assistant yang telah menjalankan masa pendampingan sejak akhir tahun lalu hingga 31 Mei 2026.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberikan penghargaan kepada sejumlah personel berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka.

Penghargaan PMO terbaik tingkat provinsi diberikan kepada Riko Andrian Putra dan Mariska Saleha Rahman.

Sementara itu, Rahmat Fauzan dari Kabupaten Lima Puluh Kota terpilih sebagai PMO terbaik tingkat kabupaten, disusul Sofyandi dari Kabupaten Solok dan Ika Akselia dari Kota Padang sebagai Business Assistant terbaik.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.