EkonomiKota PadangPemerintah

Pemko Padang Dorong Pelaku UMKM Adopsi Teknologi Digital

160
×

Pemko Padang Dorong Pelaku UMKM Adopsi Teknologi Digital

Sebarkan artikel ini

Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk segera mengadopsi teknologi digital demi menjaga daya saing di tengah pola konsumsi masyarakat yang kian dinamis. Transformasi digital dinilai menjadi langkah krusial agar pelaku usaha tidak tergerus oleh pesatnya perkembangan pasar daring.

Dorongan tersebut disampaikan Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan Setdako Padang, Syahrial Kamat, saat membuka “Workshop Digital Selling Mastery: Dari Onboarding hingga Optimasi Penjualan” di Balai Kota Padang, Kamis (11/6/2026).

Ia menekankan bahwa peralihan dari toko fisik ke platform daring merupakan keniscayaan bagi setiap pelaku usaha.

“Perkembangan teknologi menuntut kita untuk berubah. Jika tidak mampu beradaptasi, kita akan tertinggal karena produk yang unggul hari ini bisa tergeser jika tidak dibarengi dengan inovasi,” ujar Syahrial kepada para peserta.

Menurut Syahrial, hambatan utama yang kerap ditemui adalah keengganan pelaku usaha untuk keluar dari zona nyaman.

Banyak di antara mereka baru mulai melakukan transformasi saat menghadapi tekanan pasar, padahal digitalisasi merupakan peluang strategis untuk memperluas jangkauan hingga ke pasar ekspor.

Data Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang mencatat, saat ini terdapat 47 ribu UMKM binaan dengan total omzet mencapai Rp952 miliar.

Pemko menargetkan potensi besar tersebut dapat terus berkembang guna menyerap lebih banyak tenaga kerja sekaligus memperkuat ekonomi daerah.

Dalam workshop tersebut, para peserta menerima pembekalan keterampilan praktis, mulai dari aktivasi toko di marketplace, pengelolaan katalog produk, hingga teknik pemasaran digital.

Syahrial berharap ilmu yang diperoleh dapat segera diimplementasikan untuk meningkatkan performa penjualan usaha masing-masing.

Keberhasilan program ini turut didukung oleh kolaborasi berbagai pihak, termasuk Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) dan Inotek Foundation.

Syahrial menegaskan sinergi antara pemerintah, akademisi, komunitas, dan dunia usaha merupakan kunci utama dalam menciptakan ekosistem UMKM yang tangguh dan berdaya saing global.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.