Padang – Pemerintah Kota Padang menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pengembangan RSUP Dr. M. Djamil Padang.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Forum Konsultasi Publik dan Penyampaian Informasi Publik terkait Studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan Environmental and Social Impact Assessment (ESIA) di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (15/6/2026).
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa pengembangan rumah sakit ini sejalan dengan arah pembangunan Kota Padang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045, yakni mewujudkan kota perdagangan dan jasa.
Menurutnya, investasi ini merupakan langkah strategis bagi kemaslahatan masyarakat serta upaya menekan angka pengangguran di Kota Padang.
“Pemerintah Kota Padang berkomitmen penuh untuk mendukung pengembangan RSUP Dr. M. Djamil.
Hal ini sejalan dengan visi Kota Padang, mewujudkan kota pintar dan kota sehat.
Kedua tujuan tersebut sangat sejalan dengan pengembangan RSUP Dr. M. Djamil sebagai pusat layanan kesehatan yang modern dan berkualitas,” ujar Fadly Amran.
Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dovy Djanas, menjelaskan pengembangan ini mendesak dilakukan mengingat tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit tersebut telah mencapai hampir 90 persen.
Pihaknya mendapatkan pendanaan sebesar Rp1 triliun untuk membangun dua fasilitas utama, yakni Central Medical Unit dan gedung ruang rawat inap.
“Kita mendapatkan pendanaan untuk pengembangan RSUP Dr. M. Djamil sekitar Rp1 triliun. Ada dua gedung yang akan kami bangun, yaitu Central Medical Unit dan gedung ruang rawat inap,” jelas Dovy.
Dovy menambahkan, RSUP Dr. M. Djamil merupakan salah satu dari delapan rumah sakit yang memperoleh pembiayaan dalam program pengembangan layanan kesehatan nasional.
Proyek ini ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan tahun 2027 mendatang.
Pengembangan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Sumatera Barat dan wilayah Sumatera bagian tengah.
Kegiatan konsultasi publik ini turut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Padang, perwakilan PT Kereta Api Indonesia (Persero), serta masyarakat di lingkungan rumah sakit dan unsur terkait lainnya.






