Olahraga

Menpora Evaluasi Jumlah Cabang Olahraga PON 2028 Demi Efisiensi Anggaran

120
×

Menpora Evaluasi Jumlah Cabang Olahraga PON 2028 Demi Efisiensi Anggaran

Sebarkan artikel ini

Pemerintah membuka opsi pengurangan jumlah cabang olahraga guna menyesuaikan dengan ketersediaan fasilitas dan anggaran daerah.

jumlah-cabor-pon-2028-berpotensi-dikurangi,-erick-thohir-ungkap-alasannya
Jumlah Cabor PON 2028 Berpotensi Dikurangi, Erick Thohir Ungkap Alasannya

Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyatakan jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) belum bersifat final.

Pemerintah membuka opsi pengurangan jumlah cabang olahraga guna menyesuaikan dengan ketersediaan fasilitas dan anggaran daerah.

Erick menyampaikan hal tersebut usai memimpin rapat koordinasi dengan para gubernur terkait persiapan PON 2028.

Menurutnya, pemerintah pusat tengah mengevaluasi secara menyeluruh agar ajang olahraga nasional ini sukses secara penyelenggaraan, tertib administrasi, serta efisien dalam penggunaan anggaran.

“Sebenarnya sudah ada edaran, tapi itu bukan harga mati. Kami harus melihat realita apakah sesuai dengan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), apakah fasilitas tersedia di daerah, dan apakah anggarannya mencukupi,” ujar Erick.

Kebijakan perampingan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang melarang pembangunan arena atau venue baru untuk PON 2028.

Pemerintah berupaya menghindari fenomena fasilitas olahraga yang terbengkalai pasca-penyelenggaraan ajang besar karena tidak dimanfaatkan secara optimal.

“Bapak Presiden tidak menginginkan adanya pembangunan venue baru. Realitanya, banyak sekali venue setelah PON tidak maksimal penggunaannya, bahkan mangkrak,” tegas Menpora.

Meski akan melakukan perampingan, pemerintah tetap memprioritaskan 21 cabang olahraga unggulan yang masuk dalam peta jalan olahraga nasional dan Olimpiade.

Erick menekankan bahwa fokus utama PON ke depan adalah efisiensi dan peningkatan prestasi, bukan sekadar memperbanyak jumlah pertandingan.

Sebagai langkah lanjutan, Kemenpora akan berkoordinasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk menyelaraskan nomor pertandingan.

Pemerintah juga berencana memperketat aturan perpindahan atlet antarprovinsi guna mencegah praktik “bajak-membajak” atlet yang kerap terjadi menjelang perhelatan PON.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.