Ragam

IKEA Indonesia Perkuat Pengelolaan Sampah dan Pemberdayaan Komunitas Berkelanjutan

131
×

IKEA Indonesia Perkuat Pengelolaan Sampah dan Pemberdayaan Komunitas Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

Langkah konkret yang dilakukan adalah program Waste Diversion di seluruh gerai IKEA Indonesia.

Indonesia Sustainability Awards (ISA) 2026.
Indonesia Sustainability Awards (ISA) 2026.

Tangerang – IKEA Indonesia memperkuat komitmen keberlanjutan melalui fokus utama pada pengelolaan sampah dan pemberdayaan komunitas. Strategi ini melibatkan kolaborasi aktif dengan pelanggan, mitra, serta masyarakat luas.

Sustainability Business Partner IKEA Indonesia, Ahmad Alhamid, menegaskan keberlanjutan harus dijalankan secara inklusif dan sederhana agar memberikan dampak nyata.

“Kami percaya keberlanjutan tidak seharusnya rumit, sehingga kami menghadirkan solusi yang memudahkan pelanggan, komunitas, dan mitra untuk berkontribusi bagi lingkungan,” ujar Ahmad dalam keterangan tertulis, Jumat (26/6/2026).

Langkah konkret yang dilakukan adalah program Waste Diversion di seluruh gerai IKEA Indonesia.

Perusahaan menargetkan pengalihan 80 persen sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) pada 2030 melalui metode daur ulang, pengomposan, dan pemulihan material.

Inisiatif tersebut berhasil mengantarkan IKEA Indonesia meraih empat penghargaan dalam Indonesia Sustainability Awards (ISA) 2026. Penghargaan yang diraih meliputi Best ESG in Retail, ESG Excellence – Multinational Corporation, Sustainable Innovation Award, serta ESG Leadership Excellence Award.

Pencapaian ini melewati proses penilaian ketat, mulai dari verifikasi dokumen hingga wawancara mendalam dengan dewan juri.

TERAS IKEA. Foto : Istimewa
TERAS IKEA. Foto : Istimewa

Selain pengelolaan internal, IKEA mengoperasikan Zona Daur Ulang di Kota Baru Parahyangan, Bandung. Fasilitas hasil kolaborasi dengan Duitin ini telah mengumpulkan lebih dari 63 ton material sejak 2023.

Di sektor ekonomi, IKEA mendukung pertumbuhan UMKM melalui program TERAS Indonesia yang berjalan sejak 2014. Sebanyak 1.000 lebih pelaku usaha telah memanfaatkan area toko IKEA secara gratis untuk memasarkan produk mereka.

Program tersebut diproyeksikan menghasilkan nilai penjualan mencapai Rp5 miliar sepanjang 2025.

IKEA turut memperkuat ekosistem social enterprise melalui program IKEA Social Entrepreneurship Accelerator (I-SEA). Bekerja sama dengan Instellar, program ini telah membina 30 wirausaha sosial dan memberikan manfaat kepada lebih dari 14.000 orang.

Ke depan, IKEA Indonesia berkomitmen memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Perusahaan meyakini bahwa langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan membawa perubahan besar bagi lingkungan dan masyarakat.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.