Kota PadangPemerintahRagamSumatera Barat

Sumbar Masih Kekurangan Dokter Ahli Bedah Mulut

866
×

Sumbar Masih Kekurangan Dokter Ahli Bedah Mulut

Sebarkan artikel ini
Foto: Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Persatuan Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial Indonesia (PABMI) di Padang, Jumat (23/11/2018).(Putri Caprita)

 

PADANG, KABARSUMBAR – Sumatra Barat (Sumbar) saat ini masih kekurangan dokter ahli bedah mulut. Kondisi ini jelas sangat terbatas karena idealnya harus ada satu di tiap kabupaten/kota.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit menyebutkan untuk di provinsi sendiri baru ada empat orang dokter ahli bedah mulut dan maksilofasial dan semuanya berada di Kota Padang.

“Kondisi ini jelas sangat terbatas, akibat minimnya tenaga kesehatan di Sumbar membuat masyarakat di beberapa daerah masih ada yang belum tersentuh pelayanan kesehatan dengan maksimal,” kata Nasrul di Padang, Jumat (23/11/2018).

Faktor lain terkait keterbatasan jumlah tenaga kesehatan tersebut kata dia, akibat belum tersedianya peralatan pendukung untuk bedah mulut di kabupaten dan kota selain Padang.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Persatuan Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial Indonesia (PABMI) drg. Harfindo Nismal mengatakan seharusnya Sumbar memiliki 19 orang ahli bedah mulut. Namun faktanya hanya ada empat dan semua berada di Padang.

“Saat ini jika ada yang butuh penanganan bedah mulut, harus dirujuk ke Padang. Kasihan jika pasien dari lokasi yang jauh dari Padang sementara membutuhkan pertolongan,” ujarnya.

Jika dibandingkan Bengkulu yang baru memiliki dua ahli bedah mulut atau Sumatera Selatan yang baru terdapat satu ahli bedah mulut. Kondisi di Sumbar menurutnya masih lebih baik.

Ia menargetkan dalam lima tahun ke depan kondisi tersebut dapat ideal, satu kabupaten dan kota memiliki satu ahli bedah mulut dan maksillofasial dapat tercapai.

Pertemuan ilmiah tahunan ahli bedah mulut yang mengangkat tema “Creating Beautiful Smile Through Multidisciplinary Approach for Oral and Maxillofacial Aesthetics” tersebut adalah pertemuan yang pertama kali dilakukan oleh spesialisasi bedah mulut dan maksillofasial di Padang.

“Untuk jumlah peserta spesialis bedah mulut hadir sebanyak 350 orang. Lalu Dokter gigi umum yang bukan spesial 57 orang kemudian Residen berlanjut 87 orang. Total keseluruhan sebanyak 449 orang,” tutupnya.

(Putri Caprita)

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.