4 Bangunan Kuno Kota Sawahlunto Bak Terasa di Luar Negeri !

Sumbar.prov.go.id

Sawahlunto – Sawahlunto merupakan salah satu Kota yang ada di Sumatera Barat. Kota ini dikenal dengan istilah ‘Kota Kuali’ karena dilihat dari jalannya yang menurun mendaki sehingga menciptakan bentuk cembung menyerupai kuali. Selain itu Kota ini juga dikenal dengan Kota Tambang tertua di Asia Tenggara. Kota ini memiliki banyak hal menarik yang membuat para wisatawan terkagum-kagum melihat keindahan kotanya, salah satunya bangunan Tua yang membuat kita serasa berada di Luar Negeri, berikut keunikan dari Bangunan Tua Kota Sawahlunto :

Museum Goedang Ransoem

Sumber : yasmencaniago.com

Museum Goedang Ransoem didirikan pada tahun 1918. Museum ini dibangun untuk dijadikan dapur umum untuk memenuhi kebututuhan buruh tambang. Pada saat Dapur Umum ini dibangun, Pemerintah Kolonial sudah memanfaatkan kemajuan teknologi. yaitu dengan menggunakan uap panas.

Kantor PT BA UPO

Sumber : id.wikipedia.org

Di Kota Sawahlunto terdapat sebuah lapangan dengan sebutan nama ‘Lapangan Segitiga’. Lapangan ini merupakan halaman dari Kantor PT. BA Upo, dengan bangunan ini merupakan peninggalan pemerintah kolonial pada tahun 1916 yang dulu juga kantor batu bara Ombilin.

Gedung Koperasi Ombilin

Sumber : yasmencaniago.com

Pada tahun 1920, Pemerintah Belanda membangun sebuah Loods (Los) sebagai tempat kegiatan jual beli masyarakat. Selain membangun los, di tahun yang sama dibangun juga sebuah Toko Koperasi “Ons Belang” untuk memenuhi kebutuhan orang-orang Eropa dan Indo-Eropa yang ada di Sawahlunto. Karena harga di “Ons Belang” lebih murah, sehingga para penambang memilih untuk belanja ditempat tersebut. Hingga kini bangunan tersebut digunakan sebagai koperasi milik PT BA UPO.

Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto 

Sumber : Top sumbar

Bangunan ini atau gedung yang diberi nama oleh Belanda Gluck Auf terletak di pusat Kota Sawahlunto, yang dibangun pada tahun 1910. Pada dulunya gedung ini digunakan sebagai gedung pertemuan (societeit), dimana para pejabat pemerintah kolonial pertambangan berkumpul untuk menghibur diri.