BudayaSumatera Barat

5 Mitos vs Fakta Menarik tentang Orang Minang

23018
×

5 Mitos vs Fakta Menarik tentang Orang Minang

Sebarkan artikel ini
Foto : internet

Padang – Provinsi Sumatera Barat terkenal memiliki budaya yang kental, mulai dari pakaian adat hingga makanannya. Orang Sumatera Barat juga sering disebut orang Minang yang berasal dari kata suku Minangkabau.

Orang minang sudah terkenal di berbagai penjuru tanah air ini. Orang Minang sering disebut orang Padang, sebenarnya Padang merupakan ibukota provinsi dan tidak hanya orang padang yang bersuku Minang. Berikut fakta vs mitos lainya tentang orang Padang.

1. Orang Padang Itu Cerewet

Sebagian besar watak orang Sumatera adalah keras dan tegas, tidak suka bertele-tele itulah prinsip yang dipegang kebanyakan orang Padang, jika berbicara apa adanya. Kerasnya kehidupan dan dilalui membentuk pribadi yang tegas to the point pada orang Padang, jadi anda jangan sampai salah kaprah menangkap ketegasan sebagai suatu sikap yang kasar dan cerewet.

2. Orang Padang Itu Perantau

Sebagian besar orang Minang gemar merantau, hal ini dikarenakan oleh beberapa faktor salah satunya faktor ekonomi, minimnya lapangan pekerjaan di kampung halaman membuat mereka dengan berat hati menuju negeri seberang untuk mencari nafkah, sebagian besar perantau ini memilih berdagang sebagai profesi utamanya.

3. Orang Padang itu Pelit

Penilaian negatif ini sudah lama berkembang dan tertancap di benak masyarakat Indonesia. Prasangka ini tidak sepenuhnya betul, mungkin ada sebagian orang yang memang pelit namun tidak selalu orang bersuku minang itu pelit.

Kenyataanya orang Minang adalah orang yang selektif termasuk dalam menggunakan uang, karena sebagia besar mereka adalah pedagang maka tentu mereka akan menghitung terlebih dahulu skala prioritas dalam penggunaan uang.

Orang Padang(Minang) juga mempunyai rasa sosial yang sangat tinggi, mereka yang sudah sukses biasanya tidak ragu-ragu memberi modal udaha kepada keluarga yang masih kekurangan atau sedang menganggur.

4. Laki-Laki Padang Dibeli

Banyak yang beranggapan bahwa lelaki Minang itu kalau mau menikah harus dibeli dan harganya cukup mahal bisa sampai ratusan juta. Tidak semua laki-laki minang itu dibeli, namun beberapa daerah di Sumatera Barat memang ada yang dibeli salah satunya di Pariaman saja laki-laki yang dibeli dan masih berlaku sampai saat ini, sebenarnya tidak ada transaksi manusia disini, yang adalah proses adat istiada yang belaku pada masyarakat Pariaman.

Di Pariaman ini biasanya besar uang jemputan dilihat dari profesi dan penghasilan, laki-laki dengan profesi populer seperti Polisi, Tentara, Dokter mendapatkan uang jemputan yang besar dengan kisaran Rp.50 Juta sampai dengan Rp.150 Juta.

5. Orang Minang Itu Dijodohkan

Perjodohan bukanlah hal yang wajib lagi bagi orang minang, sama dengan masyarakat suku lainnya tentu orang tua ingin anaknya memiliki pasangan windows 10 hidup yang baik dari segi finansial, pendidikan, agama dan prilaku, kalau orang jawa terkenal dengan istilah lihat bibit, bebet dan bobotnya megitu juga dengan orang minang.

Sekarang perjodohan orang Minang tidak terlalu kental, banyak orang tua memberikan kebebasan untuk anaknya dalam memilih pasangan hidup, walaupun memberi kebebasan memilih, para orang tua ini tetap memberi kriteria calon pasangan seperti apa yang baik kapada anaknya. Jadi tinggalkan prasangka negatif mengenai perjodohan orang Minang ya.

 

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.