72 Faskes di Kota Padang Telah Disiapkan untuk Vaksinasi

  • Bagikan
Foto : internet

Padang – Tercatat hanya 12 calon penerima yang lolos pengecekan, setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap 18 calon penerima vaksin perdana di Kota Padang.

“Pada pencanangan ini, vaksin diberikan untuk Forkopimda, para tokoh, dan perwakilan dari tim kesehatan saja. Sedangkan untuk tenaga kesehatan (nakes), baru akan dimulai Senin depan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani.

Ia menyebutkan, terdapat 9.128 Nakes di Kota Padang yang terdaftar dalam Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM) kesehatan. Namun, tidak semua naskes yang terdaftar itu ditetapkan sebagai penerima vaksin perdana di Kota Padang.

“Sebelumnya ada nakes kita yang terjangkit Covid-19. Kurang lebih 500 orang. Mereka yang pernah terjangkit ini tidak divaksin lagi,” ucapnya

Sejauh ini belum ada penolakan dari nakes terkait vaksinasi tersebut. Menurutnya, untuk nakes yang menolak, berpotensi mendapatkan sanksi kode etik dari organisasi tenaga kesehatan terkait.

“Untuk dokter bisa disanksi IDI. Sedangkan untuk bidan dan perawat, saya tidak tahu sanksi apa yang disiapkan organisasinya,” katanya lagi.

Selain itu, ia juga menjelaskan bagi pihak yang telah menerima vaksin Covid-19 tidak perlu menunjukkan hasil swab PCR karena mereka akan mendapatkan sertifkat khusus.

“Selain itu, jika nanti ada keluhan setelah divaksin, ada empat rumah sakit RS) rujukan yang akan memberikan penanganan di Kota Padang yaitu RSUP Dr. M. Djamil, RS Bhayangkara, RST Gantiang, dan RSUD Rasidin Padang,” ujarnya.

Di samping itu, pihaknya telah mempersiapkan 72 fasilitas kesehatan (faskes) untuk program vaksinasi di Kota Padang, yang terdiri dari rumah sakit, puskesmas, serta klinik-klinik kesehatan yang telah atau belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

  • Bagikan