DaerahKota PadangPolitik

Anggota DPD RI Leonardy, Optimis Pilkada di Sumbar Bakal Sukses

454
×

Anggota DPD RI Leonardy, Optimis Pilkada di Sumbar Bakal Sukses

Sebarkan artikel ini
Foto : internet

Padang – Pesta Demokrasi Rakyat serentak pada 9 Desember 2020 besok, diyakini bakal sukses dan aman dari penyebaran Covid-19.

Optimisme itu hadir di dalam diskusi hangat Anggota Komite I DPD RI H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH bersama Ketua KPU Sumbar, Yanuk Sri Mulyani, SH, M.Si, Komisioner Amnasmen SH, Sekretaris KPU Sumbar Firman, SH, M.Si, Kepala Bagian Keuangan, Umum dan Logistik Arlis SP, Kepala Sub Bagian Teknis dan Hupmas Jumiati S.IP pada Kamis, 8 Desember 2020.

“Penjelasan Ketua KPU Sumbar, Komisioner, Sekretaris dan para Kabag terkait seputar persiapan pilkada Sumbar sangat melegakan. KPU benar-benar telah berupaya menjadikan pilkada aman dan sukses. Semoga tidak ada klaster baru penyebaran covid-19 setelah pilkada,” tegas Leonardy.

Leonardy menambahkan KPU juga telah menyiapkan SIREKAP MOBILE untuk mengirimkan foto dan hasil perhitungan di tingkat TPS dan SIREKAP WEB untuk kepentingan rekapitulasi. Penggunaannya telah disimulasikan pada 25 November 2020, 29 November sampai 1 Desember 2020 dan 5 sampai 7 Desember 2020.

Ia juga melanjutkan, pilkada dikatakan aman karena Ketua KPU Sumbar telah memberikan penjelasan seputar logistik pemilu yang sudah didistribusikan ke KPU Kabupaten/Kota dan telah sampai ke 12.588 TPS se Sumbar. Kekurangan surat suara dan kotak suara telah pula diserahkan. Serta terkait Alat Pelindung Diri (APD) telah terlebih dahulu didistribusikan.

Jelang pilkada telah terjadi beberapa hal yang memunculkan kekhawatiran. Persoalan masih ada 50.000 mulai dari pemilih khusunya milenial yang belum memiliki KTP elektronik, logistik pemilu yang masih kurang, 6.729 orang dari 112.932 petugas KPPS dan Linmas yang reaktif hasil rapid test mereka dan harus menjalani swab test. Serta beberapa orang diantaranya dinyatakan positif covid-19 dan tidak dibolehkan bertugas sebagai anggota kelompok petugas pemungutan suara (KPPS).

“Terakhir 168 orang yang telah menjalani swab test itu dinyatakan positif covid-19 dan harus menjalani isolasi. Ada 1.299 KPPS yang reaktif hasil rapid testnya telah mengundurkan diri dan telah dilakukan penggantiannya. Artinya petugas yang sehat saja yang bertugas,” ulas Leonardy.

Meski demikian ia menyatakan, bahwa pemilih harus tetap menjaga keselamatan diri sendiri dengan mengenakan masker. Sebelum masuk TPS disarankan cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer yang disediakan serta dicek suhu tubuhnya sebelum memasuki TPS. Jika melanggar sesuai protokol kesehatan tidak dibenarkan masuk TPS.

Saat akan mencoblos, pemilih diberi kertas suara dan sarung tangan plastik sehingga meminimalkan perpindahan virus corona lewat paku yang akan digunakan secara bergantian.

“Setelah mencoblos, sarung tangan dibuang dan tinta tanda telah mengunakan hak pilih diteteskan kepada pemilih. Bukan lagi dengan mencelupkan tangan ke botol tinta seperti pemilihan-pemilihan sebelumnya,” jelasnya,

Jika telah diatur sedemikian rupa dan waktu pemberian suara pun di atur agar tidak terjadi penumpukan pemilih di TPS, besar kemungkinan pilkada ini aman dari penyebaran.

“Maka sangat perlu memberi pemahaman kepada masyarakat untuk mengamankan diri mereka dengan menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak selama di TPS alias 3M. Awasi dan ingatkan petugas agar melaksanakan protokol kesehatan secara ketat,” ujarnya mengingatkan.

Paling penting dari semua itu, pemilih yang belum memiliki e-KTP masih bisa melakukan rekam e-KTP pada tanggal 9 Desember. Dinas Dukcapil telah menyanggupi membuka layanan demi kesuksesan pilkada.

Terkait pasien yang sedang di isolasi, KPU juga menjamin agar tetap bisa menggunakan hak pilihnya. Dengan dua opsi yang disiapkan seperti untuk tempat yang petugas KPU bisa masuk, maka pemungutan suara dilakukan di hadapan petugas KPU dan Satgas Covid-19. Sementara di rumah sakit yang tidak boleh masuk ke sana, KPU mempersiapkan petugas satgas covid-19 yang telah disumpah untuk tetap netral dan menjaga kerahasiaan pemilih.

Bagaimanapun bagusnya persiapan yang dilakukan oleh KPU Sumbar, pilkada akan lebih baik lagi jika pemilih disabilitas yang berjumlah 11.855 orang diberikan kemudahan dalam memberikan suara. Diharapkan untuk memperhatikan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas menuju TPS, selama di TPS.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.