Tangerang Selatan – Bupati Agam, Benni Warlis, menyatakan dukungannya terhadap pembentukan Wadah Bersama Agam-Bukittinggi Nasional sebagai sarana strategis untuk menghimpun potensi para perantau guna mendukung pembangunan di kampung halaman.
Dukungan tersebut disampaikan secara langsung oleh Bupati saat menghadiri acara silaturahmi tokoh dan perantau Agam-Bukittinggi Nasional yang berlangsung di Aula Blandongan, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Banten, pada Minggu (1/11/2026).
Ketua Panitia acara, Ifrajoni Sutan Rajo Palembang, dalam laporannya menyampaikan bahwa pertemuan tersebut dihadiri oleh 145 peserta yang berasal dari 10 provinsi di seluruh Indonesia.
Benni Warlis menjelaskan bahwa wadah bersama ini diharapkan dapat menjadi ruang komunikasi, koordinasi, kolaborasi, dan konsolidasi bagi seluruh potensi perantau tanpa membedakan asal nagari, profesi, maupun latar belakang.
“Pertemuan hari ini bukan hanya sekadar ajang melepas rindu dan mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kesamaan visi, memperkuat komunikasi, serta merumuskan langkah-langkah nyata dalam mendukung kemajuan Agam dan Bukittinggi,” ujar Bupati.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh perantau untuk berkontribusi mendukung lima program unggulan Pemerintah Kabupaten Agam, yakni Agam Religius, Agam Sehat, Agam Cerdas, Agam Melayani, dan Agam Sejahtera.
Kontribusi tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui dukungan di berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, pembinaan generasi muda, investasi, serta pemberdayaan UMKM.
“Pemerintah hadir dengan program dan kebijakan, sementara para perantau hadir dengan pengalaman, pemikiran, jaringan, keahlian, dan berbagai potensi yang dimiliki. Apabila seluruh kekuatan ini dapat kita satukan, insyaallah akan lahir energi besar untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Agam dan Bukittinggi,” tegasnya.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, yang turut hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi atas kontribusi nyata perantau Minangkabau di wilayahnya, khususnya dalam bidang ekonomi, perdagangan, UMKM, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.
Ia berharap pertemuan tersebut dapat mempererat kemitraan antarpemerintah daerah serta terus menjaga hubungan persaudaraan yang erat antara masyarakat di ranah dan di rantau.






