Ciptakan Ketahanan Pangan, Pemko Solok Bersama WMI Launching Program Budikdamber

Solok Kota – Pemko solok launching Program Budikdamber (budi daya ikan dalam ember) atas Inisisasi WMI (Wahana Muda Indonesia) yang bertujuan utk menciptakan ketahanan pangan bagi masyarakat  yang kurang mampu di Halaman Kantor Bapeda Kota Solok, Selasa 26 Mei 2020.

Wali Kota Solok Zul Elfian didamping Wakil Wali Kota Reinier secara simbolis menyerahkan 200 ember untuk  masyarakat  yang berasal dari Rusunawa sebanyak 23 KK masing masing 2 ember, 13 warga perwakilan perkelurahan, mitra strategis KNPI, PMI, Tagana, Pramuka Peduli dan juga Relawan WMI.

Walikota Solok Mengapresiasi WMI dalam mendorong program Budikdamber dimana bertujuan untuk ketahanan pangan bagi masyarakat dalam menghadapi Wabah Covid-19 yang membuat kehidupan semakin sulit sehingga berdampak terhadap penghasilan masyarakat itu sendiri.

“ Kami apresiasi sekali program ini, dan kami akan berikan reward bagi masyarakat yang berhasil dalam membudidayakan program ini senilai 1,5 Juta Rupiah untuk yang pertama, dan 1 Juta Rupiah bagi yang kedua”, Ujar Wali Kota.

Ketua Umum WMI Handriansyah mengatakan berangkat dari kondisi hari kini ditengah wabah Covid-19,tentu akan berdampak terhadap ekonomi bagi masyarakat seperti yang berprofesi Pedagang, tukang ojek dan yang lainnya.

“ Dengan adanya program ini, Kebutuhan pangan warga teratasi, sekaligus warga bisa bercocok tanam sayuran seperti kangkung , Bayam dan cabe sehingga bisa memenuhi kebutuhan mereka bahkan membantu tetangganya jika berlebih”, Ungkap Handriansyah.

Lebih lanjut Handriansyah menyampaikan dengan program ini masyarakat yang bisa mengembangakan lebih dari 2 ember tersebut, tentu bisa lebih mandiri sehingga punya penghasilan lebih dan bisa termasuk dalam golongan orang mustahiq (penerima zakat) menjadi muzakki (orangg yang membayarkan zakat).

Irwan Firdaus Ketua WMI Solok Raya juga menyampaikan program strategis dari Budikdamber ini adalah dengan memberikan bantuan bibit ikan 70 ekor per ember, pakan pellet halus 1 kilo perember dan 2 kilo pellet kasar, sehingga dalam kurun waktu 1 setengah sampai 2 bulan bisa panen perkilo 7 ekor = 10 kilo dengan harga jual sekilonya 20 Ribu Rupiah lebih kurang dan juga plus bisa memanen sayur mayur.

“ Wmi berharap masyarakat senang tdk perlu risau dg kekurangan pangan walau ada covid.,ada aktifitas dirumah, bisa punya penghasilan tambahan, Walau dalam masa sulit menghadapi covid masyarakat  jangan putus asa selagi kita beusaha dan berdoa akan ada solusi dengan  mematuhi protap menghadapi covid”, Ujar Irwan.

Terakhir Irwan Firdaus dalam wawancaranya melalui telpon genggamnya dengan KabarSumbar menyampaikan “ WMI akan melakukan pendampingan sampai pasca panen, Jika masyarakat yang menerima bantuan tersebut tidak serius, WMI akan menarik kembali dan mengalihkan bantuan tersebut pada masyarakat lain yang membutuhkan”, Tutup Irwan.

Fernandez

 

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...