Dikira Tornado, Ternyata Bukan !

  • Bagikan
Penampakan fenomena Waterspout di perairan laut Kota Pariaman, Kamis 3 Mei 2018 yang sebelumnya membuat heboh masyarakat Sumatera Barat, karena dikira angin Tornado. Foto : Facebook/Leri Briver
Penampakan fenomena Waterspout di perairan laut Kota Pariaman, Kamis 3 Mei 2018 yang sebelumnya membuat heboh masyarakat Sumatera Barat, karena dikira angin Tornado. Foto : Facebook/Leri Briver
Penampakan fenomena Waterspout di perairan laut Kota Pariaman, Kamis 3 Mei 2018 yang sebelumnya membuat heboh masyarakat Sumatera Barat, karena dikira angin Tornado. Foto : Facebook/Leri Briver
Penampakan fenomena Waterspout di perairan laut Kota Pariaman, Kamis 3 Mei 2018 yang sebelumnya membuat heboh masyarakat Sumatera Barat, karena dikira angin Tornado. Foto : Facebook/Leri Briver

Padang – Masyarakat Sumatera Barat, terutama yang berada di Kota Padang dan Kota Pariaman dibuat heboh dengan adanya penampakan berbentuk pusaran angin yang mirip dengan angin Tornado di perairan laut Pariaman, Kamis (3/5/2018).

Foto hingga video pun sempat diabadikan masyarakat yang menjadi viral pada sosial media, Facebook selama dua hari belakangan.

Namun, ternyata, pusaran angin itu bukanlah angin Tornado yang disebut-sebut para pengguna sosial media, melainkan fenomena Water Spout.

“Itu tidak Tornado, melainkan Water Spout, fenomena ini sama yang terjadi di Danau Atas Kabupaten Solok tahun 2015. Karena, daerah Sumbar tidak beriklim dan tidak berpotensi untuk Tornado,” kata Kasi Informasi dan Observasi BMKG Ketaping Padang, Budi Samiaji via seluler, Jumat (4/5/2018).

Budi menjelaskan, jika Water Spout merupakan angin puting beliung yang terjadi di air. “Hal ini sering karena tingginya penguapan di kawasan tersebut yang menyebabkan terjadinya Waterspout,” jelas Budi.

Kemudian, kecepatan angin Waterspout dengan Tornado jauh berbeda. Budi menyebut, jika Waterspout kecepatan anginnya hanya berkisar pada 70 sampai 80 kilometer perjam.

“Sedangkan kalau angin Tornado kecepatan anginnya lebih besar, bisa mencapai 200an kilometer perjam,” kata Budi.

Untuk dampak sendiri, dikatakan Budi, hanya nelayan yang merasakan, dan tidak langsung ke masyarakat.

“Karena ini terjadinya di laut atau perairan, jadi yang berdampak langsung hanya nelayan maupun kapal yang melintas. Dampaknya sendiri, gelombang tinggi dan angin kencang pada radius 2 hingga 3 kilomter dari titik lokasi terjadinya Waterspout,” jelas Budi.

Sebelumnya, tepatnya Kamis kemarin, pengguna sosial media, terutama yang berada di Sumatera Barat dihebohkan dengan adanya penampakan fenomena mirip angin Tornado.

Alhasil, video dan foto yang direkam sejumlah warga disekitar perairan Kota Pariaman pun menjadi viral di sosial media, Facebook.

  • Bagikan