Gelombang Tinggi Telan Nelayan Siöfaewali

SAR Nias Evakuasi Bezaro

Maritim_Peta_Gelombang_ sumber BMKG
Maritim_Peta_Gelombang_ sumber BMKG

NIAS, KABARSUMBAR-Setelah dinyatakan hilang dibalik gelombang laut. Jenazah Bezaro Waruwu, 45, nelayan Desa Siöfaewali, Kabupaten Nias, Sumatera Utara (Sumut) berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh warga dan tim rescue.

Ia ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di antara perairan Pantai Bozihona dan Pulau Onolimbu, Kecamatan Idanögawo, Kabupaten Nias, Minggu (5/8/2018). Hal itu dikatakan Koordinator Pos SAR Nias, Tonggor Gultom.

Ia menerangkan, ada enam nelayan yang terseret ombak ketika memasang jaring ikan di Muara Pantai Onolimbu, Desa Tagaule, Bawölato, Kabupaten Nias. Ia dinyatakan hilang Sabtu sore dan tim melakukan pencarian terhadap korban.

Lanjutnya, pada saat kejadian, beberapa rekannya berusaha memberikan pertolongan, tapi kondisi air pasang dan ombak tinggi membuat korban hilang di lokasi ketika hendak menolong. Setelah dilakukan pencarian bersama Satpolair Nias, relawan, tim kesehatan dan warga, jenazah korban ditemukan.

“Jenazah korban telah kami evakuasi dan telah diantar ke rumah duka untuk dimakamkan,” ungkap Tonggor Gultom.

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini Gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan Indonesia. Deputi Meteorologi BMKG, Mulyono Prabowo menuturkan bahwa berdasarkan pantauan BMKG terdapat pola tekanan tinggi di wilayah Perairan Barat Australia, yang dapat memicu terjadinya peningkatan kecepatan angin Timuran dengan kecepatan 55km/jam melewati Samudra Hindia Barat Lampung hingga Selatan Jawa, Perairan Selatan Banten hingga Jawa Barat.

Ia menerangkan bahwa untuk perahu nelayan sangat rentan terhadap kecepatan angin lebih dari 15 knots (27 km/jam) dan tinggi gelombang diatas 1.25 meter, sementara itu, untuk kapal tongkang perlu mewaspadai risiko apabila terjadi potensi kecepatan angin lebih dari 16 knots (30 km/jam) dan tingggi gelombang diatas 1.5 meter.

“Sedangkan di Perairan Sabang, Perairan Barat Aceh – Nias, Selat Sunda bagian Selatan, Perairan Selatan P. Sumba – P. Sawu – P. Rote, Selat Sumba bagian Barat, Selat Sape Bagian Selatan, Laut Sawu, Perairan Selatan Kupang perlu diwaspadai terjadi potensi tinggi gelombang 2.5 – 4.0 meter,” pungkas Prabowo.

[lidairak]

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...