EkonomiSumatera Barat

Gubernur Larang Spekulan Naikkan Harga saat Bencana Sumbar

289
×

Gubernur Larang Spekulan Naikkan Harga saat Bencana Sumbar

Sebarkan artikel ini

Padang – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi memperingatkan keras pelaku usaha dan jaringan distribusi pangan agar tidak menaikkan harga di tengah bencana.

Pemerintah akan menindak tegas pihak yang memanfaatkan situasi.

Peringatan ini menyusul bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumbar, termasuk Agam, Pasaman Barat, dan Padang.

Bencana tersebut menyebabkan kerusakan parah dan hilangnya mata pencaharian warga.

Mahyeldi menegaskan, mencari keuntungan di tengah penderitaan masyarakat adalah tindakan yang tidak bermoral dan melanggar hukum.

“Siapa pun yang mencoba menaikkan harga secara tidak wajar akan berhadapan dengan pemerintah dan aparat penegak hukum,” tegas Mahyeldi, Jumat (5/12/2025).

Untuk menjaga stabilitas harga, Mahyeldi menginstruksikan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan dinas terkait untuk memantau harga dan stok harian di pasar. Mereka juga diminta memeriksa rantai distribusi.

Pemerintah berkoordinasi dengan Bulog dan distributor besar untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng.

Mahyeldi juga meminta bupati dan wali kota menggelar operasi pasar dan gerakan pangan murah di daerah terdampak.

Pendataan sarana industri perdagangan yang terdampak bencana juga diminta segera dilakukan.

“Tugas kita bukan hanya menanggulangi bencana, tetapi juga memastikan masyarakat dapat membeli kebutuhan hariannya dengan harga yang terjangkau,” ujar Mahyeldi.

Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga empati dan solidaritas. “Kita bisa bangkit lebih cepat bila kita saling menjaga. Jangan menambah beban rakyat yang sedang berduka,” pungkasnya.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.