Gubernur Sumbar Minta Manajemen Bank Nagari yang Tak Setuju Konversi Syariah Mundur

Tingkatkan Disiplin ASN, Mahyeldi Terapkan Absen Subuh

Padang – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansarullah meminta apabila manajemen Bank Nagari, Direksi maupun Komisaris yang tidak setuju dengan konversi Syariah mundur.

Dia mengatakan, Konversi Bank Nagari ke Syariah merupakan bagian dari antusiasnya Pemprov Sumbar untuk mensukseskan komitmen Presiden RI Jokowi dalam menjadikan Indonesia pusat ekonomi syariah pada tahun 2024.

“Konversi PT Bank Pembangunan Daerah Sumatra Barat atau Bank Nagari jadi perbankan syariah menjadi salah satu program utama untuk mendukung komitmen Pak Presiden,” kata Mahyeldi saat Subuh Mubarokah Bulanan ASN Pemprov Sumbar, Minggu (6/3) di Masjid Raya Sumbar, Kota Padang.

Menurutnya, rencana konversi Bank Nagari ke Syariah hingga saat ini belum maksimal dijalankan oleh manajemen.

Oknum Manajemen Lakukan Lobi-Lobi

Dia pun menyebut, jika saat ini masih saja ada sejumlah oknum manajemen Bank Nagari yang berupaya agar konversi Syariah tak terlaksana.

“Masih ada beberapa oknum manajemen Bank Nagari yang berupaya agar hal ini (konversi Syariah) tidak terlaksana. Saya tegaskan bagi oknum baik itu, jajaran direksi atau komisaris (yang) tidak setuju terhadap konversi Bank Nagari menjadi Bank Syariah, sebaiknya segera mengundurkan diri,” tegas Mahyeldi.

Dia menjelaskan, keinginan konversi sendiri telah ada sejak kepemimpinan Gubernur pendahulunya, Irwan Prayitno. Lalu diperkuat lagi dibawah kepemimpinannya.

Apalagi, kata Mahyeldi, konversi merupakan wujud nyata dukungan Sumbar terhadap keinginan Presiden untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi Syariah.

“Kita sudah putuskan bahwasa-nya Bank Nagari dikonversi menjadi bank umum syariah. Sudah diputuskan. Maka saya harap, jajaran direksi dan komisaris tidak ada berpikiran lain dibalik itu, kalau ada, berarti tidak sama semangatnya,” kata Mahyeldi.

Selain itu, terkait adanya dugaan sejumlah oknum manajemen Bank Nagari yang mencoba agar konversi tidak terealisasi, pihaknya pun mengimbau agar mundur saja.

“Mundur saja, karena saya mengetahui masih adanya pihak manajemen bank nagari yang berusaha melakukan lobi agar konversi bank syariah tidak usah direalisasikan. Masih ada juga yang melobi-lobi. Kalau ada yang seperti itu, silahkan lapor, akan saya berhentikan. Sebab pada masa Pak Irwan dulu tahun 2019 juga sudah diputuskan, saat saya gubernur ini ditegaskan lagi, jadi tidak ada cerita lain lagi,” tegas Mahyeldi.

Sementara itu, konversi Syariah Bank Nagari menurutnya telah mendapatkan dari berbagai pihaknya, terutama perantau dan para pengusaha.

Bahkan, ada pengusaha Minang yang usahanya ada di seluruh Kabupaten di Indonesia dan luar negeri, ingin menaruh uangnya di Bank Nagari.

“Saya meminta dukungan dari masyarakat Sumbar, untuk mewujudkan misi pemerintah pusat, menjadikan Indonesia pusat ekonomi syariah pada tahun 2024,” tutup Mahyeldi.