Gubernur Sumbar : Tuntaskan Agraria, Bukan Lempar Tanggungjawab

Gubenur Sumbar Ajak GTRA Segera Tuntaskan Permasalahan Agraria, saat pertemuan di Hall Nias, Imelda Hotel, Kota Padang, Sumatera Barat.
Gubenur Sumbar Ajak GTRA Segera Tuntaskan Permasalahan Agraria, saat pertemuan di Hall Nias, Imelda Hotel, Kota Padang, Sumatera Barat.
Gubenur Sumbar Ajak GTRA Segera Tuntaskan Permasalahan Agraria, saat pertemuan di Hall Nias, Imelda Hotel, Kota Padang, Sumatera Barat.
Gubenur Sumbar Ajak GTRA Segera Tuntaskan Permasalahan Agraria, saat pertemuan di Hall Nias, Imelda Hotel, Kota Padang, Sumatera Barat.

PADANG, KABARSUMBAR-Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Irwan Prayitno, mengajak Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) segera menuntaskan permasalahan agraria dan tidak melempar tanggungjawab ke pihak manapun.

Dalam upaya penyelesaiannya, Irwan Prayitno meminta seluruh pihak yang tergabung dalam GTRA Sumbar dan stakeholder terkait tidak menyalahkan pihak manapun.

“Segera selesaikan tanggungjawab yang belum terselesaikan walaupun menumpuk ini jadi pekerjaan rumah kita. Jadi, jangan menyalahkan pejabat yang lalu,” ujar Gubenur Sumbar, Irwan Prayitno di Hall Nias, Hotel Imelda, Kota Padang, Sumatera Barat, (5/7/2018).

Sebagai Ketua Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Provinsi Sumbar, Irwan menegaskan akan menuntaskan permasalahan agraria di Provinsi Sumbar dengan serius.

“Jika penyelesaian permasalahan agraria berhasil dituntaskan sesuai gilirannya, secara langsung maupun tidak, akan mengurangi masalah ketimpangan kepemilikan tanah dan menciptakan kemakmuran rakyat,” katanya.

Selain itu kata Irwan, jika hal tersebut dapat diselesaikan tentunya akan menciptakan lapangan kerja baru, membuka akses masyarakat ke sumber-sumber ekonomi, serta meningkatkan ketahanan dan kedaulatan pangan.

“Bahkan bisa menangani dan menyelesaikan konflik agraria, sekaligus memperbaiki dan menjaga kualitas lingkungan hidup,” ujarnya.

Irwan mengatakan permasalahan tanah yang lama perlu dan harus ditangani secara serius. “Mari segera tuntaskan, inventarisir dan selesaikan satu persatu. Kalau tidak, akan jadi bom waktu dan meledak sewaktu-waktu,” pungkasnya.

[Putri Caprita]