Padang – Hari Nelayan Nasional yang jatuh setiap 6 April kembali menjadi sorotan.
Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, mengingatkan perayaan tahunan ini seharusnya bukan sekadar seremoni belaka, melainkan momentum krusial untuk mengukur sejauh mana kesejahteraan jutaan nelayan Indonesia telah terangkat.
Kesejahteraan nelayan, menurutnya, adalah fondasi utama kedaulatan pangan dan maritim bangsa.
Berbicara di Padang, Senin (6/4/2026), Rahmat Saleh yang membidangi sektor pertanian, kelautan, dan perikanan, menekankan Komisi IV DPR RI berkomitmen penuh memperjuangkan aspirasi masyarakat pesisir melalui kebijakan yang tepat sasaran dan program bantuan yang berkelanjutan.
Berbagai aspirasi telah disuarakan, termasuk pentingnya penyediaan alat tangkap modern dan mesin tempel yang efektif.
“Bantuan mesin tempel ini adalah wujud nyata upaya peningkatan kapasitas nelayan, agar mereka lebih mandiri dan sejahtera,” tegas Rahmat.
Ia juga mengingatkan perlunya pengawasan ketat dalam penyaluran bantuan, memastikan bantuan tersebut benar-benar berdampak signifikan bagi peningkatan taraf hidup nelayan.
Rahmat Saleh menegaskan bahwa kesejahteraan nelayan dan kedaulatan negara memiliki korelasi yang tak terpisahkan.
Nelayan yang sejahtera akan lebih optimal dalam mengelola sumber daya laut secara berkelanjutan.
“Nelayan sejahtera, Indonesia berdaulat. Prinsip ini harus menjadi landasan kokoh dalam setiap kebijakan yang berpihak dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ke depan, Rahmat Saleh mendorong agar program pemberdayaan nelayan tidak hanya terbatas pada bantuan alat, tetapi juga mencakup pelatihan komprehensif, akses permodalan yang mudah, serta perlindungan wilayah tangkap dari praktik penangkapan ikan ilegal (*illegal fishing*) yang merusak.
Rahmat Saleh berharap, peringatan Hari Nelayan Nasional menjadi titik nol untuk evaluasi menyeluruh, memastikan negara hadir sepenuhnya bagi nelayan sebagai garda terdepan sektor maritim Indonesia.
Menurutnya, peringatan ini harus menjadi pemicu untuk mewujudkan kesejahteraan nelayan secara komprehensif, yang pada akhirnya akan memperkuat kedaulatan maritim Indonesia.
Ia mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan mewujudkan visi tersebut melalui kerja keras dan komitmen yang berkelanjutan.
“Peringatan Hari Nelayan Nasional bukan sekadar seremoni. Ini adalah pengingat bahwa ada jutaan saudara kita yang mempertaruhkan nyawa di laut tapi masih banyak hidup dalam kekurangan,” ungkap Rahmat.






