EkonomiKota Bukittinggi

Wawako Bukittinggi Buka Pelatihan Juleha, Perkuat Pariwisata Halal Bukittinggi

38
×

Wawako Bukittinggi Buka Pelatihan Juleha, Perkuat Pariwisata Halal Bukittinggi

Sebarkan artikel ini
wawako-ibnu-asis-resmi-buka-kegiatan-pelatihan-juleha-kolaborasi-peternak-bersama-kita-bisa
Wawako Ibnu Asis Resmi Buka Kegiatan Pelatihan JULEHA Kolaborasi Peternak Bersama Kita Bisa

Bukittinggi – Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, resmi membuka Pelatihan Juru Sembelih Halal (JULEHA) kolaborasi peternak bersama Kita Bisa di Aula MUI Kota Bukittinggi, Senin (4/05/2026).

Perwakilan Kita Bisa, Tomi, mengatakan Juru Sembelih Halal (JULEHA) merupakan lembaga yang membimbing tata cara penyembelihan sesuai syariat serta sertifikasi halal oleh BPJPH.

Dia menegaskan pelatihan ini penting agar praktik penyembelihan memenuhi standar kehalalan.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta tidak hanya memahami teori dan praktik penyembelihan halal, tetapi juga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperoleh sertifikat JULEHA, serta memastikan setiap proses penyembelihan benar-benar sesuai dengan ketentuan syariat,” ujarnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bukittinggi, Aidil Alfin, menjelaskan prinsip konsumsi sesuai syariat ditujukan untuk seluruh manusia.

Menurutnya, aspek halal mencakup jenis hewan serta tata cara penyembelihan, sekaligus menekankan pentingnya kebersihan, kesehatan hewan, dan keberlanjutan, termasuk imbauan untuk tidak menyembelih hewan betina produktif.

“Pentingnya keseimbangan antara pengalaman dan teori dalam penyembelihan halal. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya terampil, tetapi juga memahami metode yang benar dan mampu mengajarkannya secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Ibnu Asis menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) oleh Kita Bisa.

Dia menilai kegiatan tersebut sangat positif dan bermanfaat, khususnya bagi masyarakat di bidang peternakan, di tengah masih terbatasnya ketersediaan Juleha yang baru mencapai sekitar 50 persen dari kebutuhan nasional.

“Keberadaan Juru Sembelih Halal memiliki peran strategis dalam mendukung penguatan pariwisata halal, baik di tingkat kota maupun provinsi. Kami berharap para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh secara berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.