Isu Hutang Makan dan Segel Kantor, Ketua DPC Gerindra Marah

Suasana rapat di kantor DPC Gerindra Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Photo : Fernandez
Suasana rapat di kantor DPC Gerindra Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Photo : Fernandez
Suasana rapat di kantor DPC Gerindra Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Photo : Fernandez
Suasana rapat di kantor DPC Gerindra Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Photo : Fernandez

SOLOK, KABARSUMBAR-Mesin partai politik ditiap daerah kian memanas untuk menyambut perhelatan Pileg 2019. Seperti dilakukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabuapten Solok, Sumatera Barat. Pemimpin parpol mengimbau seluruh kader dan simpatisan di daerah itu untuk bersama-sama membesarkan partai, bukan membusukan partai dengan menjatuhkan lewat pergunjingan di luar internal.

“Sudahlah hentikan upaya itu semua, mari brsama-sama membesarkan partai demi tercapainya tujuan,” kata Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Solok, Jon Firman Pandu, Kamis (24/5/2018).

Partai Gerindra di Kabupaten Solok saat ini seakan-akan diserang dengan adanya tebaran isu tidak sebab. Hal ini membuat Jon Firman berang, ia pun meminta kepada kader untuk benar-benar menjaga marwah partai.

“Sebaiknya komfirmasi dulu kepada saya, agar tidak timbul fitnah yang yang nantinya dapat memberikan stigma negatif dari masyarakat,” katanya.

Salah satu isu kurang sedap di kalangan publik, yakni dikabarkan jika kantor DPC Gerindra diduga belum menuntaskan sewa gedung, sehingga akan disegel oleh pemilik. Tidak hanya itu ada dugaan jutaan rupiah belum terbayarkan pada salah satu rumah makan saat agenda silaturahmi bersama awak media dan pengurus partai. Lagi-lagi Jon Firman Pandu mengatakan, perihal itu tidak benar apalagi terkait sengkarut hutang pada rumah makan.

“Sekali lagi saya tegaskan jika Gerindra Kabupaten Solok tidak memiliki hutang sepersen pun, apalagi dengan jumlah puluhan juta seperti issue yang beredar belakangan ini,” tegasnya.

Terkait hal ini DPD Gerindra telah melakukan investigasi ke DPC, hal itu diakui Jon. Ia pun secara pribadi menyerahkan permasalahan ini kepada pihak DPD.

 

“Saya serahkan kepada DPD untuk memproses permasalahan ini secara hukum, karena ini menyangkut marwah partai, karena diduga ada semacam manuver yang dilakukan oleh beberapa orang yang tak bertanggung jawab untuk menggoyang Partai,” jelasnya.

Ketua DPC itu juga berharap sekaligus menegaskan agar para pengurus dan kader Gerindra di Kabupaten Solok untuk tidak melakukan perbuatan atau membuat isu – isu yang tak bisa dipertanggung jawabkan hingga akan merusak nama baik partai.

“Jika ada yang tidak senang dengan Partai Gerindra, sebaiknya melihat partai lain yang lebih cocok. Gerindra Kabupaten Solok sudah solid, semua bersemangat utk memenangkan Pak Prabowo menjadi Presiden dan Gerindra menang,” katanya.

Saat ini pengurus beserta seluruh kader dan Bacaleg akan menggelar buka bersama dengan anak yatim dan warga kurang mampu di daerah pemilihan masing-masing.

“Kita sedang menyusun program buka bersama dengan anak yatim dan warga kurang mampu dengan seluruh kader di dapil masing-masing,” kata Jon Pandu.Ia berharap dengan kejadian ini akan semakin meningkatkan rasa kebersamaan kader Gerindra. Sekaligus untuk tercapainya target pemenangan dalam pemilihan Legislatif¬† 2019 yang akan datang.

[Fernandez]