Kabupaten Pasaman Butuh Perhatian Khusus Pemerintah

  • Bagikan
Foto : internet

Kabupaten Pasaman – Banyak hal yang membuktikan di Kabupaten Pasaman yang belum merdeka secara pemerataan pembangunan, seperti ; masih adanya beberapa wilayah di daerah itu yang tidak memiliki infrastruktur memadai, salah satunya akses jalan yang layak.

Diungkapkan oleh anggota Komisi IV DPRD Sumbar, Suharjono kepada salah satu media di Padang yang disebutkannya, salah satu wilayah di Kabupaten Pasaman yang tidak memiliki akses jalan permanen dan layak dilalui adalah, Jorong Simamonen, Kenagarian Koto Rojo, Kecamatan Rao Utara pada Rabu, 23 Februari 2021.

Selain itu, dewan dari Dapil Pasaman-Pasaman menambahkan, jika ada masyarakat Simamonen meninggal dunia, untuk menuju pemakaman harus ditempuh dengan berjalan kaki, sambil memikul tandu mayat.

“Tak hanya jalannya yang memprihatinkan, jembatan yang digunakan masyarakat untuk menuju daerah tetangga juga masih jembatan gantung yang butuh pemantapan agar berfungsi optimal,” tambahnya.

Ia juga menuturkan, terdapat 800 kepala keluarga (KK), jika tidak mendapat perhatian pemerintah, maka mereka akan terus terisolir.

“Sebanyak 800 KK bukanlah sedikit, mereka juga berhak menikmati kemerdekaan pemerataan pembangunan yang adil dan makmur,” ucapnya.

Disebutkannya, rata-rata mata pencarian penduduk Simamonen tersebut bergerak di bidang pertanian, seperti menjadi petani karet, ke sawah, dan membudidayakan serai wangi, dan sekitar 70 Persen warga setempat masih hidup di bawah garis kemiskinan.

“Saat ini masyarakat setempat hanya menikmati fasilitas pendidikan berupa satu Sekolah Dasar (SD), SMP, SMA satu atap, dan Polindes. Buruknya infrastruktur akses transportasi yang ada saat ini sangat menyulitkan warga setempat untuk menjangkau berbagai kebutuhan, dan mengangkut hasil pertanian mereka,” katanya.

Selain itu, untuk memenuhi infrastruktur jalan dan jembatan masyarakat Simamonen, karena keterbatasan keuangan daerah (APBD) Kabupaten Pasaman tidak mencukupi, perlu anggaran provinsi hingga nasional untuk kelangsungan pembangunan. Oleh karena itu, ia berharap kepada kepala daerah terpilih ke depannya proaktif dalam pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pasaman.

Sementara itu, Anggota DPRD Sumbar asal Pasaman lainnya, Muzli M Nur meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat, terus meningkatkan komunikasi dengan pemerintah provinsi (Pemprov), yang dinilai mesti dilakukan agar aspirasi masyarakat tersalurkan untuk bisa dibangunkan infrastruktur yang layak.

  • Bagikan