Karni Ilyas, Tokoh Jurnalistik Asal Sumatera Barat

Karnis Ilyas saat menerima penghargaan Panasonic Gobel Awards, untuk kategori "Life Time Achievement" tahun 2012. Foto : Internet
Karnis Ilyas saat menerima penghargaan Panasonic Gobel Awards, untuk kategori "Life Time Achievement" tahun 2012. Foto : Internet
Karnis Ilyas saat menerima penghargaan Panasonic Gobel Awards, untuk kategori "Life Time Achievement" tahun 2012. Foto : Internet
Karnis Ilyas saat menerima penghargaan Panasonic Gobel Awards, untuk kategori “Life Time Achievement” tahun 2012. Foto : Internet

Sering melihat program Indonesia Lawyers Club atau ILC, maka tak akan asing dengan sosok pembawa acaranya. Sosok nyentrik dengan gaya tersendiri itu, merupakan Karni Ilyas yang notabene berasal dari daerah Minangkabau, Sumatera Barat.

Sukarni atau Karni Ilyas, pria berumur 65 tahun itu merupakan seorang tokoh jurnalis dan pejuang hukum Indonesia. Karni sendiri lahir di Balingka, Kabupaten Agam pada 25 September 1952.

Adapun orang tuanya bernama, Ilyas Sutan Nagari (ayah) dan Syamsinar (ibu). Semasa SMP Karni bersekolah di SMP N 5 Kota Padang. Kemudian, menamatkan sekolah menengah atas pada SMEA Kota Padang. Ia pun langsung melanjutkan pendidikannya pada Fakultas Hukum, Universitas Indonesia.

Karni memulai debut karirnya sebagai jurnalis sebagai wartawan pada Harian Suara Karya pada tahun 1972. Kemudian, pada tahun 1978, Karni pun pindah ke Majalah Tempo, hingga mencapai jabatan sebagai Redaktur Pelaksana.

Kepiawaiannya dalam bidang hukum membuat Karni ditugaskan untuk memimpin Majalah Forum tahun 1991-1999. Tahun berikutnya Karni memegang posisi sebagai Komisaris pada majalah tersebut.

Setelah sukses di dunia media cetak, Karni pun dipercaya menjadi Pemimpin dari Liputan 6 SCTV (TV Swasta) pada tahun 1999 hingga 2005. Dalam tempo enam tahun tepatnya, Karni pun berhasil mengantarkan program Liputan 6 milik SCTV itu menjadi program berita terpopuler di Indonesia.

Merasa senang di dunia Broadcasting, Karni pun berpindah haluan perusahaan ke ANTV pada tahun 2005. Selama dua tahun (2007), Karni menghadirkan berbagai karya jurnalistik yang menarik, terkadang ia pun langsung terjun sebagai reporter dari liputan berita tersebut.

Berkat kepiawaiannya itulah, Karni pada tahun 2007 dipercaya membenahi TV One yang kala itu baru saja diambil alih oleh Aburizal Bakrie.

Pada stasiun televisi ini namanya cukup berkibar, terutama setelah sukses memandu program Indonesia Lawyers Club hingga sekarang. Pada TV One, Karni menjabat sebagai Direktur Pemberitaan atau Pemimpin Redaksi News dan Sports.

Kemudian, tahun 2012, Karni pun meraih Panasonic Gobel Awards, untuk kategori “Life Time Achievement”.

Tak hanya itu, dalam organisasi, Karni juga dipercaya dan aktif. Karni menjadi Presiden Jakarta Lawyer Club, Ketua Umum ATVSI (Asosiasi Televisi Swasta Indonesia), serta Anggota Komisi Kepolisian Nasional.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.