Lebaran 2018, Wisata di Sumbar Dibagi Jadi Lima Koridor

PADANG, KABARSUMBAR – Menyambut libur Lebaran 2018, Tim Gabungan Lebaran Sumatera Barat menawarkan para perantau dan wisatawan Lebaran untuk mengunjungi destinasi yang dibagi dalam beberapa koridor.

Inisiator Tim Gabungan Lebaran 2018 Provinsi Sumatera Barat, Sari Lenggogeni memaparkan, berdasarkan hasil kajian, survei dan diskusi tim gabungan yang terdiri dari lintas sektor dan instansi, disepakati ada lima koridor tujuan wisata pada Lebaran 2018.

Koridor I terdiri dari Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kabupaten Agam, Kota Bukittinggi, Kabupaten Tanah Datar, Kota Payakumbuh, dan Kabupaten Limapuluh Kota.

Koridor II yaitu Kabupaten Solok, Kota Solok, Kabupaten Solok Selatan,Koridor III adalah Kabupaten Pesisir Selatan. Sedangkan  Koridor IV itu adalah Kabupaten Sijunjung, Kota Sawahlunto, dan Kabupaten Dhamasraya. “Sedangkan Koridor V adalah Kabupaten Pasaman,” jelas Direktur Pusat Studi Pariwisata Universitas Andalas tersebut.

Menurut Sari Lenggogeni, Tim Gabungan Lebaran 2018 sengaja membagi destinasi menjadi beberapa koridor karena melihat fenomena selama ini, dimana kunjungan wisatawan menumpuk ke Bukittinggi dan Pesisir Selatan.

“Agar konsentrasi wisatawan pecah dan tidak menimbulkan kemacetan panjang, kita tawarkan daerah-daerah lain yang menawarkan destinasi dan atraksi yang tak kalah menarik,” jelas doktor di bidang pariwisata itu.

Mantan Uni Sumbar yang baru saja terpilih untuk bergabung dengan Cressent Rating, sebuah Lembaga Otoritas Pariwisata Halal Dunia itu memaparkan, tahun 2018 ini Tim Gabungan Lebaran memakai tagline Lebaran Nyaman di Ranah Minangkabau.

Tagline tersebut di atas dibuat adalah karena niat baik stakeholders pariwisata untuk memberikan pelayanan maksimal pada perantau, sehingga pulang kampung menjadi sesuatu yang berkesan. “Jika berkesan, para perantau, sumando dan sumandan yang berkunjung ke Sumbar akan jadi agen promosi pariwisata Sumatera Barat,” jelasnya.

“Tim Gabungan Lebaran adalah kumpulan personal dan instansi yang terkait dengan pariwisata. Mulai dari praktisi, akademisi, kepolisian, pihak bandara, travel agen, pegiat sosial media, hingga media online. Semua bersinergi tanpa pamrih untuk kemajuan pariwisata Sumbar,” imbuhnya.

(Hijrah Adi Sukrial)