Menakar Para Kandidat Pilkada Kota Padang 2018

Ilustrasi kepala daerah walikota
Ilustrasi

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Padang tahun 2018, tinggal menunggu hitungan bulan. Sejumlah kandidat pun mencuat dari berbagai kalangan, mulai politisi, birokrat, pengusaha hingga akademisi unjuk gigi dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Pilkada Kota Padang termasuk salah satu yang unik dalam penyelenggarannya pada 2013 lalu. Dimana, kandidat pasangan Walikota dan Wakil Walikota terbanyak dalam pesta demokrasi, mencapai 10 Pasangan Calon (Paslon).

Lantas, apakah hal itu akan terjadi kembali ? Kita belum tahu tentunya. Namun, diprediksi, hanya ada 3 hingga 5 Paslon yang akan maju pada Pilkada Padang tahun 2018.

Siapa saja kandidat yang akan maju dalam Pilkada Padang tahun 2018, mendatang ?

Mahyeldi Ansarullah (Adib Alfikri, Badrul Mustafa dan Andre Rosiade)

Walikota Padang Mahyeldi Ansarullah membuka perlombaan memperingati HUT RI ke-72 di Kantor Camat Lubuk Begalung
Mahyeldi Ansarullah.

Sang petahana Walikota Padang ini diprediksi kuat akan kembali maju dalam Pilkada yang digelar serentak tersebut. Mahyeldi tercatat dalam berbagai survei, masih menunjukkan elektabilitas yang baik dimata masyarakat Kota Padang.

Namun, pada Pilkada Padang tahun 2018 mendatang, telah kuat kemungkinan ia tak lagi maju dengan pendampingnya, Emzalmi. Pasalnya, Emzalmi sendiri jauh-jauh hari sudah mendeklarasikan maju bersama Desri Ayunda dalam Pilkada Padang, mendatang.

Lantas, siapa pendamping Mahyeldi mendatang ? Ada sejumlah tokoh yang diprediksi akan didampingkan dengan Mahyeldi seperti adik Gubernur Sumbar Adib Alfikri, kemudian Badrul Mustafa yang merupakan akademisi dan pakar gempa hingga Andre Rosiade.

Namun, Andre Rosiade belakangan telah memunculkan opsi baru dengan berdampingan bersama Anggota DPRD Kota Padang, Maidestal Hari Mahesa. Terakhir, sejatinya, ada sosok kuat yang juga akan mendampingi Mahyeldi, yakni Weno Aulia Durin. Namun, Weno sendiri Sabtu, 23 September 2017 mengumumkan menarik diri dari Pilkada Padang, mendatang.

Emzalmi dan Desri Ayunda

Wakil Walikota Padaang, Emzalmi memberikan arahan dalam kegiatan Asistensi Penyusunan Evaluasi Jabatan Pemko Padang di Hotel Grand Inna Muara, Kamis (24/8/2017).
Emzalmi

Petahana Wakil Walikota Padang ini telah dengan jelas menyatakan maju pada Pilkada Padang, mendatang berpasangan dengan Desri Ayunda yang juga mantan Calon Walikota Padang tahun 2013, lalu.

Emzalmi sendiri merupakan seorang birokrat yang sudah mencicipi berbagai pengalaman dipemerintahan. Terakhir, sebelum ia terpilih sebagai Wakil Walikota Padang, ia merupakan Sekretaris Daerah (Sekda) Padang pada jaman kepemimpinan Fauzi Bahar.

Dengan dideklarasikannya, pasangan Emzalmi-Desri Ayunda kuat kemungkinan pintu pendampingan lain akan tertutup. Ditambah lagi, baru-baru ini, Partai Golkar Padang juga mendeklarasikan mendukung pasangan ini setelah Weno Aulia Durin menarik diri dari konstelasi Pilkada Padang.

Andre Rosiade dan Mahesa

Andre Rosiade
Andre Rosiade

Andre Rosiade yang awalnya digadang-gadang akan mendampingi Mahyeldi Ansarullah karena kedekatan Partai Gerindra dan PKS, tapi hal itu akhir-akhir ini menjadi berbeda.

Diperkirakan karena belum ada kepastian dari Partai Gerindra dan PKS, termasuk Mahyeldi sendiri, Andre memilih untuk mendeklarasikan maju sebagai Calon Walikota Padang berpasangan dengan Maidestal Hari Mahesa.

Andre sendiri sebelumnya pernah ingin mencalonkan dalam Pilkada Padang tahun 2013, namun gagal karena urung diusung oleh Partai. Andre sendiri saat ini lebih dikenal sebagai juru bicara DPP Partai Gerindra. Sementara Mahesa sendiri dikenal sebagai Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Jika melihat konstelasi politik saat ini, baru tiga Paslon itulah yang diprediksi akan maju pada Pilkada Padang, mendatang.

Namun sejatinya, ada sejumlah nama lain yang diprediksi kuat akan maju diantaranya Kepala Bapenda Kota Padang Adib Alfikri, Pakar Gempa Universitas Andalas Badrul Mustafa, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Real Estate Alkudri, Ketua DPC Partai Gerindra Afrizal, mantan Anggota DPRD Kota Padang Hendri Septa, Akademisi Khairul Ikhwan, mantan Ketua KPU Sumatera Barat Marzul Veri dan Anggota DPD RI Asal Sumbar Nofi Candra.

Namun demikian, hal ini merupakan asumsi skema politik sementara dengan melihat berbagai faktor mendasar dan pemberitaan.

Hal ini didasarkan, karena politik itu cair. Alhasil, bisa saja ada perubahan yang akan drastis jelang digelarnya Pilkada Kota Padang tersebut.

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...