Pasca Banjir Bandang, Wagub Sumbar Pastikan Baznas Ganti Lima Rumah Hanyut

Wagub Minta BPBD dan Pemkad Lakukan Penghitungan Cepat Jumlah Korban

Wakil Gubenur Sumatra Barat Nasrul Abit saat memberikan bantuan kepada warga korban banjir bandang di Nagari Anduriang, Kecamatan Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar

 

PADANG, KABARSUMBAR – Pasca banjir bandang yang terjadi Nagari Anduriang, Kecamatan Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar) pada Selasa (7/8/2018) lalu, Wakil Gubenur Sumbar Nasrul Abit mengatakan lima rumah hanyut dipastikan akan diganti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten.

“Semua rumah hanyut akan diganti Baznas Kabupaten dan mungkin juga akan mendapatkan bantuan dari Baznas Provinsi,” janji Nasrul Abit.

Pihaknya mengatakan selama pengungsian, selain logistik seluruh korban terdampak bencana banjir bandang tersebut dipastikan akan mendapat bantuan dana dari Baznas Kabupaten,” ujarnya.

Sebelum bantuan dikucurkan kata Nasrul, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemkab Padang Pariaman perlu melakukan penghitungan jumlah pasti korban yang terdampak bencana tersebut guna mengetahui besaran jumlahnya.

“Sebab, jumlah kerusakan yang dialami masyarakat di sana juga berbeda-beda,” terangnya.

Selasa (7/8) sore, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit menyambangi korban banjir bandang bersama Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur dan Kapolres AKBP Rizki Nugroho.

Ia menyerahkan bantuan dari BPBD Sumbar, berupa 5 paket makanan siap saji, 23 paket lauk pauk, 12 paket tambahan gizi, 24 paket sandang, dan kebutuhan lainnya.

Sebelumnya, Bencana banjir bandang mengahantam Nagari Anduriang, Kecamatan Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar pada Selasa (7/8) sekitar pukul 03.00 Wib dini hari. Kejadian tersebut dipicu akibat meluapnya aliran sungai Batang di Nagari Anduriang.

Data sementara, 5 unit rumah penduduk hanyut, 1 musala juga dibawa air bercampur lumpur. Kemudian, 8 unit rumah rusak berat, 5 hektare sawah terendam banjir. Lalu, terdapat 60 hektare sawah gagal panen dan 14 ekor kerbau warga turut diseret air.

Sejumlah masyarakat yang rumahnya turut terdampak banjir juga dipindahkan ke lokasi pengungsian sementara dan sedikitnya 22 KK menginap di tenda pengungsian. Sebagian ada yang di rumah tetangga, dan selebihnya diungsikan di tenda. Sebab, lokasi terdampak banjir tidak menyebar, tapi setumpuk-setumpuk.

(Putri Caprita)

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...