Pelatihan Kewirausahaan dan Manajemen BUMNag/BUMDes

PARIAMAN, KABARSUMBAR – Pelatihan yang diadakan oleh Dinas PMD (Pemberdayakan Masyarakan dan Desa PMD) di Basko Hotel Kota Padang dihadiri oleh 204 peserta yang terdiri dari Walinagari, Sekdes, Kepala Desa dan Seketaris Bumdes, tingkat Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman yang berlangsung selama tiga hari dari tangga 11-13 Maret 2019. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas PMD Provinsi Sumbar dan Endarmi Seketaris Komisi I Anggota Dewan Provinsi Sumatera Barat.

“Bumdes/Bumnag merupakan produk lama tapi baru di Sumbar, tapi kita bersyukur Pemerintah Pusat sangat perhatian kepada kita, sehingga tidak ada waktu terlambat untuk membentuk dan menggerakkan Bumdes. Bumdes/Bumnag dibentuk untuk menjadi penggerak perekonomian Desa/Nagari, namun kebanyakan Bumdes/Bumnag tidak berjalan sesuai yang diharapkan. Ada 3 faktor yang membuat Bumdes mati, yang pertama, program bersifat pasif, kedua unit usaha tidak jauh berbeda dengan unit usaha lainnya, ketiga program berusia pendek,” jelas Safri Kepala Dinas PMD Provinsi Sumbar (12/3).

Safri menambahkan menurut Undang-Undang Pasal 1 ayat 6 Bumdes adalah Badan Usaha Milik Desa yang modalnya dari Desa untuk mengelolanya dan menggerkkan perekonomian Desa. Tujuan penting pendirian BUMDesa adalah:

– Meningkatkan Perekonomian Desa
– Meningkatkan Pendapatan asli Desa
– Meningkatkan Pengelolaan potensi desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat
– Menjadi tulang punggung pertumbuhan dan pemerataan ekonomi Desa

“Untuk mencapai itu semua perlu kaloborasi antara Pemerintah Desa dengan Pengurus Bumdes/Bumnag agar diharapkam dapat terwujud,” jelasnya.

“Ditahun 2019 Bumdes/Bumnag yang ada di Sumbar sudah mencapai 646 buah dengan rincian 97 sudah berdiri, 289 berkembang dan 260 sudah mandiri dan jika masih ada Desa/Nagari yang belum ada Bumdes/Bumnag-nya maka di tahun 2019 diusahakan sudah berdiri karna untuk mendirikan Bumdes/Bumnag dibantu dana sebesar Rp 50 juta, jika Bumdes/Bumnag yang belum dapat bantuan Rp 50 juta dari Pemerintah silahkan dilaporkan ke kantor,” sambungnya.

“Saya sangat berterima kasih dengan kedatangan Bapak/Ibu untuk hadir di dalam acara Pelatihan Kewirausahaan dan Menajemen Badan Usaha Milik Desa Angkatan III tahun 2019, acara ini merupakan dari anggaran Pokir (pokok pikiran) dan di sisa jabatan saya, saya akan memperjuangkan kembali dana Pokir ini, untuk pelatihan Bumdes/Bumnag, semoga dengan adanya pelatihan ini dapat menambah wawasan bapak/ibu sekalian. Sengaja diundang Walinagari, Kepala Desa, Sekdes dan Seketaris Bumdes/Bumnag agar sama mengetahui tujuan dari Bumdes tersebut dan menyamakan persepsi mereka di dalam mengolah Bumdes,” jelas Endarmi Seketaris Komisi I Anggota Dewan Privinsi Sumatera Barat.

Endarmi mengatakan di dalam pembahasan anggaran nanti dia juga mengusahakan tunjuangan untuk Walinagari dan Kepala Desa agar lebih semangat lagi di dalam melakukan kerja, terutama di dalam mengelola Bumdes/Bumnag di daerah mereka.

Endarmi juga menghimbau agar pintar dalam menanggapi isu hoak. Jangan sampai termakan akan isu.

“Kita harus pintar di dalam menyaring berita jangan sampai berita tersebut mengganggu dan merusak kinerja Bumdes/Bumnag. Pengurus harus tahan banting dan jangan loyo, hanya karna mendapat berita hoak langsung hilang semangat, jika ada anggota Bumdes/Bumnag yang seperti ini lebih baik mengundurkan diri saja,” jelasnya.

(Rizki Pratama)

Loading...

DomaiNesia

BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...