Padang Aro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok Selatan mulai menyusun dokumentasi komprehensif terkait sejarah dan filosofi pakaian adat setempat.
Langkah ini diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Revitalisasi Adat Salingka Nagari Menjaga Lewat Tulisan” yang digelar di Aula Disparbudpora, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum krusial untuk membukukan pakem serta makna filosofis setiap ornamen busana tradisional.
Tujuannya jelas, memastikan warisan leluhur tidak sekadar menjadi artefak visual, tetapi tetap dipahami nilai luhurnya oleh generasi mendatang.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbupora) Solok Selatan, Pamil Ruskmadani, menekankan urgensi pendokumentasian ini.
Menurutnya, tanpa catatan yang valid, identitas budaya daerah berisiko kehilangan makna aslinya seiring berjalannya waktu.
“Melalui tema Revitalisasi Adat Salingka Nagari Menjaga Lewat Tulisan, kita ingin memastikan warisan adat ini tercatat dengan baik, menjadi pedoman bersama, dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Pamil.
Senada dengan itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdakab Solok Selatan, Efi Yandri, meminta proses penyusunan narasi dilakukan secara sistematis.
Dia menegaskan akurasi data menjadi harga mati dalam upaya pelestarian ini.
Efi menjelaskan, penulisan tidak boleh berhenti pada deskripsi fisik pakaian semata.
Narasi yang disusun nantinya wajib memuat latar belakang sejarah, makna simbolik di balik setiap elemen, hingga ketentuan etika pemakaian yang sesuai dengan norma adat setempat.






