Pendidikan

Festival Literasi IV Padang Panjang Dibuka, Gerakan Membaca 1-1-1 dan Pamenan Resmi Diluncurkan

×

Festival Literasi IV Padang Panjang Dibuka, Gerakan Membaca 1-1-1 dan Pamenan Resmi Diluncurkan

Sebarkan artikel ini

Padang Panjang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang resmi membuka Festival Literasi IV di Lapangan Bancalaweh, Kamis (29/10/2026).

Momentum tersebut turut diluncurkan dua program inovasi, yakni Gerakan Padang Panjang Membaca 1-1-1 dan Pamenan, sebagai upaya memperkuat budaya literasi sekaligus melestarikan warisan budaya daerah.

Festival yang berlangsung hingga 31 Oktober 2026 ini mengusung tema “Ruang Bertemu Ide, Buku, Manusia dan Masa Depan” dengan tagline “Kota Literasi, Kota yang Menginspirasi”.

Kegiatan dibuka oleh Deputi Bidang Sumber Daya Perpustakaan Nasional RI, Adin Bondar, yang mewakili Kepala Perpustakaan Nasional RI.

Dia mengapresiasi penyelenggaraan festival beserta peluncuran dua inovasi yang dinilai mampu mendukung penguatan literasi di Padang Panjang.

Menurutnya, Padang Panjang memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai daerah yang menjadikan literasi sebagai bagian penting dalam pembangunan masyarakat.

Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam menyukseskan Festival Literasi IV.

Dia menilai kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari sekaligus memperkuat fondasi pembangunan daerah yang dikenal sebagai kota pendidikan.

Hendri mengatakan identitas Padang Panjang sebagai kota pendidikan terbentuk melalui perjalanan sejarah yang panjang.

Kota ini telah menjadi ruang tumbuh berbagai pemikiran, gagasan, dan melahirkan tokoh-tokoh penting.

Dia menegaskan, identitas tersebut harus terus diperkuat dengan menggali sejarah, merawat warisan intelektual, serta menjadikannya sumber inspirasi bagi generasi masa kini maupun masa depan.

Sementara, Hendri Arnis juga mengungkapkan rencana penyusunan buku sejarah Padang Panjang secara komprehensif.

Buku tersebut direncanakan memuat berbagai aspek perjalanan daerah, mulai dari asal-usul berdirinya kota, keberadaan kantor keresidenan, perkembangan perkebunan kopi pada masa kolonial Belanda, hingga keterkaitannya dengan sejumlah tokoh bangsa, termasuk Sutan Sjahrir.

Menurutnya, sejarah tidak semestinya hanya menjadi catatan masa lalu, tetapi harus menjadi sumber pembelajaran dan acuan dalam menentukan arah pembangunan di masa mendatang.

Sementara itu, Bunda Literasi Kota Padang Panjang, Maria Feronika Hendri, menegaskan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca.

Literasi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, menumbuhkan empati, mengenali jati diri, serta memanfaatkan pengetahuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan.

Ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam membangun budaya literasi sejak dini melalui kebiasaan membaca bersama, berdialog, dan mendampingi anak saat belajar.

Menurutnya, Festival Literasi IV diharapkan mampu menginspirasi anak-anak agar semakin gemar membaca, mendorong kreativitas pendidik, serta memperkuat kolaborasi antara komunitas, penulis, seniman, pelaku UMKM, dan sektor ekonomi kreatif.

Maria menambahkan, penguatan literasi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah, hingga komunitas. Budaya membaca, katanya, tidak akan tumbuh melalui program sesaat, tetapi harus dibangun secara konsisten melalui keteladanan dan lingkungan yang mendukung.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, diluncurkan Gerakan Padang Panjang Membaca 1-1-1 yang mengusung konsep satu pelajar membaca satu buku setiap bulan. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan membaca secara berkelanjutan di kalangan pelajar.

Selain itu, diperkenalkan pula inovasi Pamenan yang bertujuan melestarikan budaya lokal melalui permainan tradisional. Program tersebut diharapkan mampu mengenalkan kembali kekayaan budaya daerah kepada generasi muda sekaligus menjadikan pelestarian tradisi sebagai bagian dari aktivitas edukatif.

Kedua inovasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan dapat diterapkan secara berkelanjutan, terutama di lingkungan sekolah. Dengan demikian, program ini dapat memperluas wawasan pelajar, meningkatkan minat baca, serta memperkuat kepedulian terhadap budaya lokal.

Acara pembukaan turut dihadiri Wakil Wali Kota Allex Saputra, Kabid Layanan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat Fajri Rahmad Ersya, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Doni Hendra, kepala OPD, Kepala Kantor Kementerian Agama, Kepala Rutan Kelas IIB, serta tamu undangan lainnya.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.