Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang mengambil langkah konkret dalam menanggulangi persoalan banjir yang kerap melanda wilayahnya.
Dalam rapat pembahasan Master Plan Penanganan Drainase Kota Padang di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Jumat (22/5/2026), Pemko Padang resmi mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 miliar untuk pembangunan drainase dan saluran irigasi.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, serta dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, para asisten, pimpinan OPD, dan seluruh Camat se-Kota Padang.
Berdasarkan Master Plan 2025, Kota Padang memiliki 50 zona drainase yang mencakup 224 saluran.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 39 zona telah diidentifikasi sebagai titik genangan air yang memerlukan penanganan serius, terutama di wilayah Padang Barat, Padang Utara, Kuranji, Nanggalo, dan Koto Tangah.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menegaskan bahwa anggaran Rp100 miliar tersebut harus digunakan secara efektif untuk menjawab permasalahan banjir yang selama ini meresahkan masyarakat.
“Anggaran yang kita siapkan ini harus mampu menjawab berbagai permasalahan banjir yang kerap merendam sejumlah wilayah di Kota Padang. Anggaran yang kita siapkan ini harus menyentuh titik krusial banjir di Kota Padang seperti Jalan Gajah Mada dan Rawang,” tegas Maigus.
Maigus juga menginstruksikan para Camat untuk meningkatkan komunikasi dengan masyarakat terkait pembagian kewenangan penanganan bencana.
“Kepada Camat, tolong perbanyak komunikasi dengan masyarakat. Sampaikan kepada masyarakat bahwa kewenangan penanganan bencana di Kota Padang, terdiri dari pusat, provinsi dan kota,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, menjelaskan penanganan akan dilakukan secara bertahap mengingat keterbatasan pendanaan. Pada tahun 2026, Pemko Padang baru dapat menyentuh 7 zona drainase.
“Pada tahun 2026 melalui pendanaan yang tersedia, penanganan baru dapat dilakukan pada 7 zona drainase. Sementara sebanyak 43 zona lagi belum ditangani secara penuh, dan akan kita tangani secara bertahap,” ujar Malvi.
Selain pembangunan fisik, Pemko Padang juga berkomitmen memperkuat tim operasional di lapangan.
Upaya ini melibatkan Tim Reaksi Cepat (TRC), petugas kebersihan, serta Lembaga Pengumpul Sampah (LPS) guna memastikan sistem drainase tetap berfungsi optimal dalam mengalirkan air dan mencegah penyumbatan.






