Kota PariamanPemerintah

Pemko Pariaman Tetapkan Tiga Desa Cantik untuk Akselerasi Satu Data Indonesia

134
×

Pemko Pariaman Tetapkan Tiga Desa Cantik untuk Akselerasi Satu Data Indonesia

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi yang sekaligus membuka kegiatan Pembinaan Statistik Sektoral Tahun 2026. di Balairung Pendopo Walikota Pariaman, Rabu (15/7).
Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi yang sekaligus membuka kegiatan Pembinaan Statistik Sektoral Tahun 2026. di Balairung Pendopo Walikota Pariaman, Rabu (15/7/2026). Foto : Istimewa

Pariaman – Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman mencanangkan tiga desa sebagai Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) untuk tahun 2026.

Penetapan tersebut dilakukan Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, dalam kegiatan Pembinaan Statistik Sektoral di Balairung Pendopo Wali Kota, Rabu (15/7).

Ketiga desa yang terpilih adalah Desa Sunuah, Desa Kampuang Apa, dan Desa Sungai Kasai yang seluruhnya berada di Kecamatan Pariaman Selatan.

Mulyadi menegaskan, program ini merupakan langkah strategis daerah dalam mengimplementasikan Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.

Ia menilai data merupakan aset vital untuk menyusun kebijakan pembangunan yang akurat dan tepat sasaran.

“Integrasi data yang berkualitas memastikan program pembangunan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi, berjalan efektif,” ujar Mulyadi.

Ia berharap program ini mendorong aparatur desa mewujudkan pembangunan berbasis data atau data-driven decision making.

Pencapaian desa-desa tersebut nantinya diharapkan menjadi percontohan bagi wilayah lain untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan kemajuan daerah.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pariaman, Riqadli, menyatakan komitmen lembaganya sebagai pembina data di tingkat daerah.

Menurutnya, kualitas data nasional sangat bergantung pada akurasi data yang dikelola di tingkat desa dan kelurahan.

“Program ini meningkatkan literasi aparatur desa agar mampu menjadi subjek aktif dalam pembangunan,” jelas Riqadli.

Ia menambahkan, data sektoral yang dihasilkan dari desa akan menjadi bahan utama penghitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

BPS berkomitmen mendampingi setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan desa agar administrasi data memenuhi standar yang ditetapkan.

Pencanangan ini ditandai dengan penandatanganan piagam kerja sama antara Pemerintah Kota Pariaman dan BPS setempat.

Prosesi tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Wali Kota Pariaman, Kepala Dinas Kominfo, serta jajaran terkait.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.