Pemko Solok Lanjutkan Imunisasi MR

Walikota Solok Zul Elfian mengimbau Masyarakat jaga Kekhusyukan Bulan Ramadan. Foto : Fernandez
Walikota Solok Zul Elfian mengimbau Masyarakat jaga Kekhusyukan Bulan Ramadan. Foto : Fernandez

SOLOK, KABARSUMBAR – Pro kontra terhadap pemberian imunisasi Measles Rubella (MR) ditengah masyarakat terus berlanjut. Namun, Pemerintah Kota (Pemko) Solok menyatakan akan melanjutkan program dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia tersebut.

“Imunisasi dilanjutkan setelah sebelumnya vakum selama sepuluh hari dalam pelaksanaan kampanye imunisasi MR, karena memastikan tentang rumor yang beredar mengenai vaksin yang digunakan untuk imunisasi tersebut,” kata Kepala Bagian Humas Kota Solok, Nurzal Gustim saat memberikan keterangan pers, Jumat (24/8/2018).

Nurzal menjelaskan, dalam pelaksanaannya kemarin, sempat melaksanakan kegiatan kampanye imunisasi tersebut di sekolah pada 1 Agustus 2018, dan melaksanakan pencanangan pada 6 Agustus 2018.

Tetapi, karena adanya masyarakat yang meragukan dan komplain tentang kehalalan serta keamanan vaksin tersebut, imunisasi sempat ditunda.

Walikota Solok, Zul Elfian memberikan saran agar Dinas Kesehatan dan Asisten 1, Jefrizal untuk melakukan konsultasi ke Kemenkes dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di Jakarta mengenai vaksinasi MR pada 16 Agustus 2018.

Akhirnya, setelah beberapa kali pertemuan antara pihak Kementerian Kesehatan dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) diperoleh hasil kesepakatan yang direalisasikan dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) nomor 33, 2018 bahwa imunisasi MR adalah mubah (dibolehkan).

“Semoga tidak timbul lagi keragu-raguan di masyarakat untuk melakukan imunisasi karena dengan kesepakatan dalam fatwa tersebut dapat menjadi suatu pedoman pelaksanan kampanye imunisasi campak dan rubella,” katanya.

Padahal imunisasi massal Campak dan Rubella ini bertujuan untuk memutus transmisi penularan virus campak dan rubella yang ada di masyarakat.

Campak adalah salah satu penyakit paling menular pada manusia dan menelan korban jiwa, kebanyakan anak-anak. Rubella berbahaya yang jika tertular di masa awal kehamilan dapat mengakibatkan cacat bawaan pada otak, jantung, mata dan telinga saat lahir.

Imunisasi massal campak dan rubella di Solok menyasar pada seluruh anak usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun yang jumlahnya sekitar 19.442 anak.

Dalam sosialisasi pada 23 Agustus 2018, Walikota Solok, Zul Elfian secara langsung memaparkan tentang pelaksanaan MR pada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), Lurah, Kepala SD, SMP dan kader Kesehatan se-Kota Solok.

Pemerintah akan melakukan pencanangan nasional kampanye dan introduksi imunisasi campak dan rubella, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan pelaksanaan imunisasi di sekolah.

“Keberhasilan kampanye ini sangat ditentukan oleh dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat,” kata dia.

[Fernandez]

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...