Pemprov Minta Camat Se-Sumbar Berperan Kembangkan Pariwisata

Wakil Gubenur Sumatra Barat (Sumbar) foto bersama dengan camat kabupaten/kota di Sumbar, di di Hotel Rocky Padang, Rabu (25/10/2018).

 

PADANG, KABARSUMBAR – Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) meminta para camat yang ada di kabupaten/kota untuk ikut lebih berperan lagi dalam menjaga dan mengembangan destinasi Pariwisata yang ada.

“Dipilihnya camat-camat ini oleh Bupati/ Walikotanya masing-masing karena memiliki kelebihan. Dari situ saya yakin, para camat bisa melahirkan ide-ide baru yang keratif untuk menggarap potensi yang ada di daerah masing-masing, terutama bidang pariwisata,” kata Wakil Gubenur Sumbar Nasrul Abit di Hotel Rocky Padang, Rabu (25/10/2018).

Dikatakannya, jika satu daerah bisa memajukan pariwisata, maka akan berdampak positif pada peningkatan ekonomi masyarakat, serta peningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kalau Pariwisata maju pasti orang-orang (wisatawan) banyak yang datang, kebutuhan penginapan, transportasi, makanan serta Usaha Kecil Menengah (UMKM) pasti juga akan berkembang, dengan arti lain pariwisata menimbulkan multi effect,” terangnya.

Untuk itu, Nasrul Abit meminta kepada para camat serta wali nagari kabupaten/kota di Sumbar untuk memetakan apa saja potensi wisata yang ada.

“Tidak perlu banyak lokasi wisata di satu daerah, cukup satu atau dua saja tapi jadi dan memberikan dampak bagi masyarakat,” katanya.

Pihaknya juga mencontohkan beberapa pengembangan pariwisata yang baik di antaranya Kabupaten Limapuluh Kota sekitar Kelok Sembilan, dan Pesisir Selatan dengan Kawasan Wisata Mandeh.

“Namun yang terpenting harus didahului dengan perencanaan matang, dalam artian muncul berdasarkan kesepakatan dari bawah dan disepakati pula oleh tingkat selanjutnya, lalu diproses menjadi lokasi wisata. Sedangkan untuk daerah yang sudah memiliki destinasi wisata, Wagub meminta untuk dapat memeliharanya dengan baik,” ungkapnya.

“Belajar dari apa yang terjadi dengan Danau Maninjau dan Danau Singkarak. Ini merupakan tanggung jawab kita semua mulai dari Bupati/Walikota, tokoh masyarakat, adat, Camat, dan Walinagari untuk mengubah pola pikir masyarakat agar peduli pariwisata termasuk oknum-oknum yang hanya memikirkan keuntungan saja,” sebutnya.

“Kepada para camat, apa yang menjadi pesan Menteri Pariwisata beberapa waktu lalu saat launching Tour de Singkarak (TdS) di Jakarta. Beliau mengatakan Pariwisata harus dikembangkan di Sumbar karena merupakan salah sektor pariwisata yang terbaik dan pada bidang industri tidak mengganggu lingkungan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Biro Pemerintahan sekretaris daerah Sumbar, Iqbal Ramadi Payana mengatakan, raker ini berlangsung selama 2 hari, yakni 24-24 Oktober 2018. Jumlah peserta sebanyak 198 orang, dengan rincian 179 orang camat dan 19 orang bagian Pemerintahan Kabupaten/ Kota.

(Putri Caprita)

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.